Rabu, 20 Mei 2026

Sejarah Papua

HISTORI Benteng Fort Du Bus di Papua

Pada Juli 1828, Jan Jacob Steenboom akhirnya menentukan sebuah lokasi, yang kemudian dinamai Teluk Triton.

Tayang:
Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Benteng Fort Du Bus di Kaimana, Papua Barat. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pada awal abad ke-19, wilayah Papua diperintah oleh Belanda dari Maluku. Ketika orang-orang Inggris menunjukkan minat untuk menduduki daerah ini, Gubernur Maluku saat itu, Pieter Merkus, mulai khawatir.

Ia kemudian mendesak pemerintah Belanda agar pihaknya segera membangun pos-pos di pesisir pantai Papua.

Baca juga: SEJARAH: Frans Kaisepo Orang Papua Pertama Kibarkan Merah Putih, Tolak Tawaran Belanda Delegasi KMB

Setelah mendapatkan persetujuan dari kerajaan Belanda, dua kapal yang dipimpin oleh Jan Jacob Steenboom bertolak dari Ambon pada 21 April 1828, guna mencari lokasi yang tepat untuk mendirikan pos pertahanan.

Pada Juli 1828, Jan Jacob Steenboom akhirnya menentukan sebuah lokasi, yang kemudian dinamai Teluk Triton.

Para awak kapal yang dibawa Jan Jacob Steenboom pun mulai mendirikan beberapa bangunan kecil berpagar kayu runcing.

 

 

Tanda kekuasaan Belanda di Papua

Pada 24 Agustus 1828, bertepatan dengan ulang tahun Raja Willem I, Belanda mengibarkan benderanya dan secara resmi memproklamasikan bahwa Papua Barat adalah wilayah kekuasaannya.

Sejumlah penduduk pribumi pun menyatakan kesetiaannya dan diangkat oleh Belanda sebagai kepala daerah.

Sementara pos sederhana yang dibangun oleh awak kapal Jan Jacob Steenboom kemudian dinamai Benteng Fort Du Bus.

Nama tersebut diambil dari nama Leonard du Bus de Gisignies, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa saat itu.

Baca juga: ABEPURA: Hollandia-Binnen

Dibongkar oleh Belanda

Berbeda dari benteng-benteng Belanda lainnya, Benteng Fort Du Bus tidak berdiri dalam waktu yang lama.

Pada 1835, pemerintah Belanda memerintahkan untuk membongkar benteng dan meninggalkan pemukimannya.

Hal itu disebabkan oleh wabah yang menjangkit para pemukim Belanda dan serangan dari suku-suku di Seram dan Goram.

Pada tahun-tahun berikutnya, petugas dari pemerintah Belanda hanya mengunjungi Teluk Triton secara berkala.

Sebagai bukti keberadaannya, sebuah monumen kemudian dibangun oleh pemerintah di lokasi berdirinya Benteng Fort du Bus. (*)

Referensi:

  • Dermawan, Kris Sidik. (2018). Peninggalan Benteng Bersejarah di Indonesia. Yogyakarta: Rubrik.
Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved