Jumat, 10 April 2026

Info YPMAK

Monev Pendidikan YPMAK: Jangan Sesuka Hati Tapi Manfaatkan Peluang Sebaiknya

Satu hari sebelumnya tim monev juga melakukan kegiatan yang sama di Universitas Trisakti Jakarta.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Foto bersama tim Monev YPMAK di Unsurya Jakarta, Rabu (17/1/2024). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Setelah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) peserta beasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Sint Carolus Jakarta, Senin (15/1/2024), tim monitoring Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia   melanjutkan kegiatan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Jakarta, Rabu (17/1/2024).

Satu hari sebelumnya tim monev juga melakukan kegiatan yang sama di Universitas Trisakti Jakarta universitas lainnya tempat peserta umum melalukan studi.

Pada saat pertemuan dengan pengelola beasiswa di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, tim monev mendapatkan laporan tentang perkembangan 18 peserta beasiswa.

Baca juga: 116 Usaha Orang Asli Papua Difasilitasi Kredit oleh YPMAK: Dapat Pendampingan dari PIBI Bandung

Empat pesera beasiswa saat ini sedang membuat skripsi yaitu, Alex Tabuni, Moses Pairi, Perinus Kum, dan Terinus Waker.

Hirenimus Nafero sedang daftar sidang ujian, Fransiskus Namukang sedang praktek kerja lapangan dan satu orang, Melinus Mom Magang di Bandara Soekarno Hatta. Sementara Anthon Y.D. Saira dan Melinus Janampa sudah wisuda tahun 2023.

Wakil Direktur Program dan Monev, Nur Ihfa Karupukaro mengatakan, YPMAK sebagai penjamin pembiayaan dan aturan yang dilakukan oleh universitas itu adalah aturan yang harus ditaati bersama. 

"Jadi di dalam pelaksanaan program beasiswa YPMAK memiliki aturan-aturan yang harus diikuti oleh peserta, demikian pula aturan di mitra harus ditaati oleh peserta beasiswa,”katanya.

Seperti kegiatan Monev Pendidikan sebelumnya, YPMAK menekankan dan terus mengingatkan bahwa jangka waktu pemberian beasiswa S1 5 tahun dan standar IPK dua semester awal tidak boleh dibawah 2,5 kalau ada yang di bawah standar maka akan diberikan surat peringatan untuk perbaikan. 

Jika tidak ada perubahan disemester berikutnya maka pemberian beasiswa akan dihentikan.

YPMAK berharap, seperti diungkapkan Wakil Direktur Program dan Monev, Nur Ihfa Karupukaro bahwa melalui pemberian beasiswa sumberdaya manusia Papua harus maju, maka para peserta beasiswa harus dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. 

"Jangan sesuka hati tetapi juga harus melihat ini adalah peluang dan berkat dari Tuhan yang patut disyukuri,” kata Nur Ihfa.

Selain itu, atas nama YPMAK, Nur Ihfa juga memberi apresiasi kepada Unsurya yang telah mendampingi serta menjadi orang tua bagi peserta beasiswa.¬

“Kami senang dengan kerjasama ini, karena anak-anak kami (peserta beasiswa-red) perilaku atau attitude juga terbentuk dengan baik dan bukan hanya peningkatan kualitas sumber daya saja,” Kata Wadir Program dan Monev YPMAK.

Sementara Itu Rektor Unsurya Marsekal Muda TNI (Purn.) Dr. Sungkono dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada YPMAK yang telah bekerjasama mengelola program beasiswa untuk  mengembangkan sumberdaya manusia Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya di Mimika.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved