Rabu, 8 April 2026

Liga Champions

Manchester City, Raja Sepak Bola Eropa yang Putus Asa

Secara agregat, mestinya mental para pemain City lebih siap lantaran leg kedua digelar di kandangnya. City gagal memanfaatkan peluang pada leg kedua.

|
Tribun-Papua.com/Istimewa
ADU PENALTI - Para pemain Manchester City menyesali kegagalan mereka melaju ke semifinal Liga Champions setelah kalah adu penalti 3-4 dari Real Madrid, Kamis (18/4/2024) dini hari WIB. (Dok. AFP/PAUL ELLIS) 

TIDAK ada yang menyangkal Manchester City adalah raja sepak bola Eropa. Mengingat, tiga gelar diraih musim lalu.

Sayangnya, sang raja harus menerima kenyataan pahit atas ketangguhan Real Madrid.

Manchester City kini menyerahkan mahkota kebanggaannya kepada Madrid, usai ditakhlukkan lewat drama adu penalti pada babak perempat final Liga Champions Eropa.

Drama sengit dipertontonkan di Stadion Etihad, Manchester, Kamis (18/4/2024) dini hari WIB.

Sang Raja pun diterpa keputusasaan. Mimpi The Citizens menambah deretan prestasi bergengsi berakhir pupus.

Teriakan para suporter Manchester City tiba-tiba terhenti: semuanya melongo dengan tatapan kosong.

Peristiawa itu tercipta saat Antonio Rudiger sukses melaksanakan tugasnya sebagai eksekutor penalti terakhir Real.

Pendukung City termangu menyaksikan timnya kehilangan gelar juara bertahan Liga Champions dalam laga yang secara statistik, seharusnya bisa dimenangi.

Baca juga: Lionel Messi Makin Gacor setelah Pulih dari Cedera, Inter Miami Sulit Takhlukkan Colorado Rapids

Bagaimana tidak.

City sejatinya mengantongi modal usai menahan imbang Real 3-3 pada leg pertama di markas tuan rumah, Stadion Santiago Bernabeu, Madrid.

Secara agregat, mestinya mental para pemain City lebih siap lantaran leg kedua digelar di kandangnya.

Belum lagi dukungan penuh yang diberikan ribuan suporter tuan rumah.

Hanya, City gagal memanfaatkan peluang pada leg kedua. Real menahan imbang City 1-1.

Padahal, sepanjang laga, The Citizens tampil lebih dominan dengan 67 persen penguasaan bola dan nilai ekspektasi gol (expected goal/xG) menyentuh 2,73.

Bila dihitung, City semestinya bisa mencetak tiga gol, tetapi hanya mampu menyarangkan satu gol selama 120 menit.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved