Liga Champions
Manchester City, Raja Sepak Bola Eropa yang Putus Asa
Secara agregat, mestinya mental para pemain City lebih siap lantaran leg kedua digelar di kandangnya. City gagal memanfaatkan peluang pada leg kedua.
Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Paul Manahara Tambunan
Mereka memang mendominasi babak kedua, tetapi gol balasan tidak kunjung tercipta.
City menerapkan taktik sebagaimana pada pertemuan pertama, yaitu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, upaya itu juga masih mampu dimentahkan barisan belakang Real.
Manajer City Pep Guardiola pun memasukkan pemain sayap Jeremy Doku untuk menggantikan Jack Grealish.
Doku punya eksplosivitas yang lebih baik dibandingkan Grealish.
Manuver serta tusukan-tusukan Doku dibutuhkan untuk membongkar soliditas pertahanan Real.
Pada saat Doku bermanuver, pemain City yang lain mencoba memanfaatkan bola muntah.
Upaya ini membuahkan hasil lewat gol De Bruyne.
Tembakan Doku mampu diblok Rudiger, tapi para pemain Real gagal menyapu bola muntah sehingga dimanfaatkan De Bruyne untuk menyamakan kedudukan.
Skor 1-1 bertahan hingga babak perpanjangan waktu.
Pemenang kemudian harus ditentukan lewat adu penalti.
Dari kubu City, Julian Alvarez, Phil Foden, dan Ederson sukses melaksanakan tugasnya.
Hanya Bernardo Silva dan Mateo Kovacic yang sepakannya mampu digagalkan kiper Real, Andriy Lunin.
Kegagalan penalti Silva jadi yang paling mencolok karena dia mengarahkan bola tepat ke tengah gawang dan mampu ditebak oleh Lunin.
Baca juga: Timnas U-23 Indonesia Dilibas Qatar, PSSI Layangkan Surat Protes ke AFC: Shin Tae-yong Teriak Keras
”Sebelum adu penalti, kami mempersiapkan apa yang kami yakini akan dilakukan para pemain City dan kami tahu bahwa akan ada seseorang yang mencoba untuk memperdaya saya."
"Saya memutuskan untuk mengambil risiko dan, untungnya, saya memilih pemain yang tepat (Bernardo Silva) untuk mengambil risiko itu dengan tetap berdiri (di tengah),” ujar Lunin.
Di sisi lain, mentalitas Eropa Real terpampang jelas saat Luka Modric yang jadi penendang pertama gagal, tetapi tidak serta-merta diikuti empat penendang lainnya.
Berkat ketangguhan mental itu, Real menyudahi perjalanan City dalam mempertahankan gelarnya.
Kegagalan City juga berarti tidak ada wakil Inggris di semifinal Liga Champions.
Pada laga lainnya, langkah Arsenal turut terhenti setelah kalah 0-1 dari Bayern Muenchen.
Dengan begitu, empat tim di semifinal akan diisi Borussia Dortmund, Paris Saint-Germain, Real, dan Muenchen.
Real akan menghadapi Muenchen di semifinal. (*)
Berita ini sebagian dioptimasi dari Kompas.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ADU-PENALTI-Para-pemain-Manchester-City-menyesali-kegagalan-merek.jpg)