Rabu, 29 April 2026

Liga Champions

Manchester City, Raja Sepak Bola Eropa yang Putus Asa

Secara agregat, mestinya mental para pemain City lebih siap lantaran leg kedua digelar di kandangnya. City gagal memanfaatkan peluang pada leg kedua.

|
Tribun-Papua.com/Istimewa
ADU PENALTI - Para pemain Manchester City menyesali kegagalan mereka melaju ke semifinal Liga Champions setelah kalah adu penalti 3-4 dari Real Madrid, Kamis (18/4/2024) dini hari WIB. (Dok. AFP/PAUL ELLIS) 

Kunci keberhasilan Real meredam gelombang serangan City terletak pada kedisiplinan para pemain dalam bertahan.

Vinicius Junior, Rodrygo, dan Jude Bellingham yang beroperasi di lini serang rajin turun membantu pertahanan.

Mereka kerap turun jauh hingga ke area sepertiga akhir pertahanan Real.

Upaya itu bertujuan agar lini belakang Real tidak kalah jumlah dari City yang menerapkan garis pertahanan tinggi.

Dalam bertahan, para pemain Real juga konsisten membentuk pola 4-4-2 dan merapatkan jarak antarlini demi membatasi opsi operan pemain City.

Kiper Manchester City Ederson gagal mengantisipasi penal
DRAMA ADU PENALTI - Kiper Manchester City Ederson gagal mengantisipasi penalti bek Real Madrid Antonio Rudiger saat adu penalti laga babak perempat final Liga Champions, Kamis (18/4/2024) dini hari WIB. Penalti Rudiger menjadi penentu kemenangan Madrid. (AP PHOTO/DAVE SHOPLAND)

Pertahanan yang kokoh menjadi awal yang baik untuk melancarkan serangan.

Real memanfaatkan situasi serangan balik untuk mengeksploitasi garis pertahanan tinggi City.

Pilihan City menerapkan garis pertahanan tinggi menyisakan ruang yang begitu lebar antara kiper dan bek.

Ruang ini yang dimanfaatkan Real untuk melancarkan serangan.

Gol Rodrygo tercipta dari situasi seperti itu, saat pertahanan City belum terbentuk sempurna.

Serangan balik Real tersusun rapi sekaligus terencana.

Rodrygo dan Vinicius ditugaskan sebagai motor serangan balik.

Mereka juga sering bertukar posisi untuk melepaskan diri dari pengawalan ketat bek City.

”Kami bertahan dengan sangat-sangat baik malam ini. Ini tentang kelangsungan hidup. Madrid adalah klub yang selalu berjuang untuk bertahan dalam situasi di mana sepertinya tidak ada jalan keluar, tapi kami selalu menemukan jalan,” kata Ancelotti.

Setelah tertinggal satu gol, City menemui kebuntuan.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved