Senin, 13 April 2026

Freeport Indonesia

Cegah Malaria, PTFI Pasang Perangkap Nyamuk di Kuala Kencana

Salah satu lokasi tersebut yaitu di LPI tempat pengelolaan limbah tailing di Kuala Kencana dan beberapa titik lain dianggap adanya nyamuk anopheles.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Lidya Salmah
Tribun-Papua.com/ Marcel
Tampak Manager Public Health & Malaria Control PTFI, dr. Firdy Permana saat menjelaskan alat perangkap nyamuk, Rabu (24/4/2024). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Dalam rangka mencegah penyebaran nyamuk anopheles yang mengakibatkan malaria, PT Freeport Indonesia (PTFI) memasang alat penangkap nyamuk di lokasi yang terdeteksi banyaknya nyamuk.

Salah satu lokasi tersebut yaitu di LPI tempat pengelolaan limbah tailing di Kuala Kencana dan beberapa titik lain dianggap adanya nyamuk anopheles.

"Jadi perangkap nyamuk ini dipasang saat malam hari dengan tabung oksigen C02. Artinya seperti nafas hewan dan manusia dengan sendirinya nyamuk tersebut akan mendekat," kata Manager Public Health & Malaria Control PTFI, dr. Firdy Permana kepada Tribun-Papua.com, Rabu (24/4/2024).

Baca juga: Raih Laba Bersih di 2023, PT Freeport Indonesia Setor Rp 3,35 Triliun ke Pemda Papua Tengah

Ia mengatakan, alat dilengkapi tabung oksigen tersebut dipasang untuk menarik nyamuk dan masuk perangkap dan nyamuk tidak bisa keluar setelah masuk.

"Jadi nyamuk yang masuk diperangkap itu macam-macam baik anopheles, aedes dan beberapa jenis nyamuk lainnya bahkan serangga. Nanti kami akan pilih di laboratorium," katanya.

lanjutnya, lokasi pemasangan alat perangkap nyamuk ini berpindah-pindah sesuai hasil survei tim di lapangan.

"Metode ini dianggap cocok seperti di kuala kencana. Hasil penanganan nyamuk akan dibandingkan dengan penangkapan sebelumnya apakah ada peningkatan atau tidak," katanya.

Baca juga: Freeport Indonesia Dukung Pengentasan Penyakit Tubercolosis di Kabupaten Mimika

Disebutkan bahwa, jumlah nyamuk rendah di Kuala Kencana karena kebersihan lingkungan dan terobosan lain terus dilakukan oleh tim.

"Kami akan berusaha semaksimal mungin agar penyebaran nyamuk anopheles di Kuala Kencana bisa dikurangi," tandasnya  (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved