Rabu, 22 April 2026

Perang Suku di Nabire

Konflik Antar Suku di Nabire, Ini Pesan Sekda Papua Tengah

Yosina Anwar Damanik mengajak warga Suku Mee dan Moni untuk bisa berdamai dan duduk bersama agar tidak memakan korban.

Penulis: Yulianus Degei | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Yulianus Degei
Tampak situasi setelah Pertikaian warga suku Mee dan suku Moni berhasi diredakan, di Wadio Nabire, Papua Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Degei

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Pejabat Sekda Papua Tengah, Yosina Anwar Damanik terjun langsung untuk mengamankan pertikaian antar Suku Mee dan Moni yang terjadi di Wadio Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Pj Sekda Anwar Damanik mengatakan, pemerintah telah merencanakan untuk mengumpulkan beberapa tokoh-tokoh dari suku Mee dan Moni untuk menyelesaikan masalah pemalakan yang sering terjadi.

Baca juga: Konflik Antar Suku di Nabire Papua Tengah, Pastor Yance Yogi Turun Tangan

“Sebenarnya, permasalahan pemalakan yang terjadi di Jalan Trans Nabire-Ilaga, kami sudah merencanakan untuk menyelesaikannya.”

“Kami sudah rencanakan bahwa dalam waktu dekat kami mengundang kepala-kepala suku, tokoh-tokoh adat, tokoh-tokoh pemuda, tokoh-tokoh agama, dan lainnya untuk duduk bersama mencari solusi terkait pemalakan tersebut,” kata Anwar.

 

 

Anwar juga mengajak warga Suku Mee dan Moni untuk bisa berdamai dan duduk bersama agar tidak memakan korban.

Baca juga: Perang Antar Suku Mee dan Moni di Nabire Mereda, Ini Pesan Kepala Suku Musa Kobogau

“Kami berharap agar kedua suku, Suku Moni dan Mee dapat berdamai dan duduk bersama mencari solusi terkait pemalakan yang sering terjadi di Jalan Trans Nabire-Papua.”

“Semoga konflik ini selesai hari ini, agar tidak perpanjang yang akhirnya memakan banyak korban,” pungkas Anwar. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved