Jumat, 10 April 2026

Sosok

Jejak DIGITAL Mathius D Fakhiri, Calon Gubernur Papua: Ada Nama Martha

Yusi Martha Guinia. Itulah nama lengkap dari bayi yang diberi nama oleh Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri.

Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Roy Ratumakin
Kolase Tribun-Papua.com
Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri tengah menggendong seorang bayi yang lahir di pengungsian di Distrik Elelim, Yalimo, pada 30 Juni 2021. Bayi tersebut diberi nama Martha, sesuai nama ibunda dari Kapolda, Jayawijaya, Papua, Selasa (6/7/2021). Inzert: Yusi Martha Guinia, bayi yang diberi nama oleh Mathius D Fakhiri kini sudah berusia 3 tahun. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Irjen Pol Mathius D Fakhiri adalah perwira tinggi Polri yang kini menjabat sebagai Kapolda Papua.

Mathius Fakhiri merupakan lulusan Akpol 1990 dan berpengalaman di bidang Brigadir Mobil (Brimob).

Baca juga: BENYAMIN ARISOY Digadang Dampingi Mathius D Fakhiri Maju Gubernur Papua

Mantan Wakil Kepala II Operasi Nemangkawi (2019) ini diisukan bakal maju sebagai Calon Gubernur Papua pada Pilkada 2024 mendatang.

Walau besar sebagai seorang aparat keamanan yang dikenal tegas, Mathius pun punya sisi sosialnya.

 

 

Satu di antara sisi sosialnya adalah mengunjungi para pengungsi di Distrik Elelim, Yalimo, pada 30 Juni 2021.

Kala itu, Pilkada Yalimo sedang memanas di mana massa pendukung pasangan calon kepala daerah Yalimo, Erdi Dabi-Jhon Wilil, melakukan aksi pembakaran terhadap 34 kantor pemerintahan dan 126 rumah kios (ruko).

Aksi tersebut dilakukan karena massa kecewa atas putusan Mahkamah Komstitusi (MK) yang mendiskualifikasi kepesertaan Erdi Dabi-Jhon Wilil dari Pilkada Yalimo.

Baca juga: Paulus Waterpauw dan Mathius Fakhiri, Siapa Lebih Unggul di Pilkada Papua 2024?

Kisah Martha

"Biar mudah saya ingat saya beri nama bayi ini Martha karena ini nama ibu saya," ujar Fakhiri sambil menggendong sang bayi,” kata Mathius saat menggendong seorang bayi.

Yah, Martha adalah satu di antara bayi yang lahir saat konflik Pilkada Yalimo.

Martha lahir pada pukul 04.00 WIT di Gedung Tongkonan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, 30 Juni 2021.

Martha lahir dari pasangan Yulius dan Sri Komariah, warga yang mengungsi karena takut menjadi korban amuk massa pada 29 Juni 2021.

Baca juga: MATHIUS D FAKHIRI, Calon Gubernur Papua? Ini Respon Jenderal Bintang Dua

Mereka tak pernah menyangka anak ketiganya lahir di tengah pengungsian dan kondisi mencekam. Sehari setelah kejadian, Sri Komariah mengalami kontraksi pada dini hari.

Yulius dan keluarganya, termasuk dalam 1.025 pengungsi Yalimo yang telah dievakuasi ke Wamena pada Senin (5/7/2021).

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved