ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Sejarah

SPARTA Disebut Pejuang Terhebat di Dunia, Ini Alasannya

Hal itu pun menimbulkan berbagai pertanyaan, apa sih yang menyebabkan titel itu bisa disematkan pada pasukan Sparta.

|
Editor: Lidya Salmah
KOMPAS.COM
Potret Prajurit Sparta dengan ciri khasnya Memegang tombak dan Perisai (Sumber :https://www.pinterest.com/pin/537124693059130157/) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pasukan Sparta adalah pasukan militer di negara kota Sparta, yang merupakan satu dari sekian negara kota terkuat di Yunani kuno.

Pasukan ini merupakan salah satu inti peradaban negara Sparta, yang tujuan utama dari tiap penduduknya adalah menjadi prajurit yang kuat.

Pasukan Sparta sering disebut sebagai pasukan kuat dan hebat dalam sejarah dunia.

Hal itu pun menimbulkan berbagai pertanyaan, apa sih yang menyebabkan titel itu bisa disematkan pada pasukan Sparta.

Ada beberapa yang memengaruhinya.

Salah satunya adalah obsesi terhadap perang dan pemikiran militer mereka.

Tapi tentu saja ada hal lain di luar itu.

Baca juga: Presiden Ukraina Gagal Dibunuh, Pasukan Elit Chechnya Dilumpuhkan

Pelatihan sejak dini

Metode efektif untuk mengembangkan pejuang terhebat adalah dengan fokus membangun budaya militer yang mendukung.

Ketika ada ada anak laki-laki Sparta yang lahir, mereka sudah ditentukan kelayakannya apakah cukup kuat untuk suatu hari menjadi prajurit di pasukan Spartan atau tidak.

Mengutip Science ABC, jika mereka dianggap tidak layak, maka anak laki-laki akan dibunuh karena kelemahan tidak ditoleransi dalam masyarakat Sparta.

Pada usia 7 tahun, anak laki-laki mengikuti pelatihan militer yang disebut agoge.

Selama dua puluh tahun berikutnya atau lebih, para pemuda Sparta mendapatkan latihan mengenai sejarah militer, taktik, strategi, dan keterampilan bertarung.

Sifat Sparta yang suka berperang, terutama terhadap wilayah tetangganya, membuat mereka selalu berada dalam kondisi siaga, sehingga pasokan tentara yang berbakat dan setia secara terus-menerus sangatlah penting.

Pemuda yang tidak lulus agoge pada usia tiga puluh tahun tidak akan dijadikan warga negara penuh (Spartiates) negara Sparta, dan tidak akan diberikan tanah sebagai imbalan atas dinas militer mereka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved