Pemilihan DPRK Kabupaten Jayapura
Pansel DPRK Kabupaten Jayapura Ditetapkan Akhir Bulan Ini
Panpil ini untuk membentuk Pansel dari kalangan akademisi, kejaksaan, pemerintah, dan masyarakat.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Lidya Salmah
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Panitia Pemilihan (Panpil) dalam penjaringan Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Kabupaten Jayapura tahun 2024 diberikan waktu hingga akhir bulan Juli untuk menetap Pansel DPRK setempat.
Anggota Panpil Pembentukan Pansel DPRK Kabupaten Jayapura, Robby Depondoye mengatakan, Panpil ini untuk membentuk Pansel dari kalangan akademisi, kejaksaan, pemerintah, dan masyarakat.
"Proses ini dimulai di awal Juli dengan SK Gubernur terbit, maka Panpil jalan dengan melakukan pertemuan untuk mengatur apa saja yang harus dilakukan," ujarnya, baru-baru ini.
Baca juga: Kesbangpol Ungkap Persyaratan yang Harus Disiapkan Calon Anggota DPRK Jalur Otsus di Kota Jayapura
Lanjut Robby, Asisten II Setda Kabupaten Jayapura akan membuat permohonan untuk membuat surat kepada masing masing institusi yang dimaksudkan guna mengajukan tiga calon akademisi, kejaksaan, dan juga pemerintah baik Pemrov Papua dan Pemkab Jayapura, termasuk Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk memberikan rekomendasi kepada masyarakat dari unsur adat yang masuk sebagai Panpil.
Baca juga: Kesbangpol Keerom Tunggu Pergub dan Permendagri Mengenai DPRK
Adapun, waktu kerja Panpil dari bulan Juni hingga Juli ini, sehingga nantinya unsur yang dibutuhkan untuk Pansel sudah ada dan nanti yang memutuskan dari kriteria yang diseleksi langsung dari Pemprov Papua.
"Untuk saat ini kami baru tahap dalam mengajukan permintaan untuk unsur tadi, surat sudah kami bagi dan kami tinggal tunggu formulir permintaan itu dalam bentuk rekomendasi dan dengan beberapa persyaratan dari pasal 16 dari peraturan Gubernur yang pergunakan dengan dilengkapi oleh masing masing unsur tadi," tandas Robby. (*)
| HARI INI Ribka Haluk Ulang Tahun, Sosok Perempuan Papua Pertama yang Kini Jabat Wamendagri |
|
|---|
| Harga Emas di Mimika Kian Meroket: Tembus Rp 2,5 Juta per Gram di Awal 2026 |
|
|---|
| Sinergi KADIN Palu dan Pemerintah Daerah untuk Iklim Usaha Sehat |
|
|---|
| Jangan Biarkan Sagu Berganti Sawit: Refleksi Hari Sejuta Pohon di Tanah Papua |
|
|---|
| Antara Darah, Keringat, dan Air Mata: Kisah Bupati Jayapura Mencari Jalan Pulang untuk Suku Elseng |
|
|---|
