Jumat, 10 April 2026

Nasional

BMKG Sebut dari 16 Megathrust di Indonesia, Dua Zona Ini Perlu Waspada Gempa Besar

Untuk diketahui, Indonesia sebenarnya memiliki total 16 zona megathrust yang berada pada 6 zona subduksi aktif.

Editor: Lidya Salmah
istimewa
Ilustrasi apa itu gempa megathrust(canva.com) 

TRIBUN-PAPUA.COM-  Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono meminta masyarakat mewaspadai potensi gempa besar di dua zona megathrust Indonesia.

Ia mengatakan, zona megathrust Mentawai-Siberut di sepanjang batas barat Pulau Sumatera dapat menyebabkan gempa hingga magnitudo 8,9. 

Sementara, zona megathrust Selat Sunda diperkirakan bisa memicu gempa dahsyat dengan kekuatan M 8,7.

"Rilis gempa di kedua segmen megathrust ini boleh dikata 'tinggal menunggu waktu' karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar," ujar Daryono, Senin (12/8/2024).

Untuk diketahui, Indonesia sebenarnya memiliki total 16 zona megathrust yang berada pada 6 zona subduksi aktif.

Lantas, mengapa megathrust di zona Mentawai-Siberut dan Selat Sunda menjadi wilayah yang lebih diwaspadai?

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 3,7 Mengguncang Teluk Wondama, Begini Penjelasan BMKG

Penjelasan ahli Guru Besar Bidang Geodesi Gempa Bumi Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano mengatakan, hanya dua zona megathrust tersebut yang belum rilis atau terjadi gempa besar.

 "Sesudah gempa Aceh 2004, Nias 2005, kemudian gempa Padang 2009, gempa 2010 di bagian bawah dari Mentawai," kata Irwan saat diwawancarai dalam "Obrolan Newsroom" Kompas.com, Kamis (15/8/2024).

 "Nah, bagian tengah kok enggak, itu kemudian menimbulkan banyak diskusi di kalangan ahli. Kenapa itu perlu menjadi perhatian? Karena itu paling tidak dalam catatan sejarah pada 1797 dan1833, pernah terjadi," tambahnya.

Menurutnya, ada tiga kondisi yang bisa digunakan untuk memastikan suatu daerah berpotensi gempa atau tidak.

Pertama, potensi gempa dapat dilihat dari data historis atau sejarah suatu wilayah. Sebab, gempa pasti akan terjadi secara berulang.

"Jadi kalau di masa lalu pernah terjadi (gempa), kemungkinan di masa depan akan terulang. Nah, di Mentawai kondisi itu terpenuhi, di masa lalu pernah terjadi 1797 dan 1833," jelas dia.

Sementara, gempa besar di zona megathrust Selat Sunda pernah terjadi pada 1699 dan 1780 dengan magnitudo 8,6. Kondisi kedua yang bisa dilihat adalah aktivitas kegempaannya yang sepi.  

"Jadi, ada daerah yang kiri dan kanannya gempa terus, tapi tengahnya sepi, dan kondisi kedua ini juga terpenuhi," ujarnya.

Irwan menuturkan, kondisi ketiga adalah zona tersebut sedang mengumpulkan atau mengakumulasikan energi.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved