YPMAK
Jelang HUT ke-5, YPMAK Adakan Seminar Waspada Kanker
YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar seminar waspada kanker.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Lidya Salmah
Sementara itu, Ketua Pembina YPMAK, Engel Enock memberikan apresiasinya kepada YPMAK karena terus bersemangat melayani masyarakat.
Baca juga: YPMAK Terima 12 Peserta Beasiswa Setelah Lulus Kuliah dari USTJ
Menurutnya, penyakit kanker bisa menyerang siapa saja, baik pria, anak, orang tua bahkan orang terkenal tanpa memandang bulu.
“Seminar ini sangat penting, sebab banyak yang sudah terkena. Menurut WHO ada 10 juta penderita kanker di dunia, di Indonesia sebanyak 300 ribu orang dan di Mimika 249 kasus yang ditangani RSMM, sehingga masih banyak sekali,” ujar Engel.
Pada 30 tahun lalu sambung Engel, ketika seseorang didiagnosa kanker sudah dianggap kondisi mati, namun seiring dengan kemajuan teknologi, dan kemajuan di bidang kedokteran, kanker sudah bisa dideteksi sejak dini dengan cara pemeriksaan yang tepat.
“Kalau ada kesempatan hari ini lakukan seminar dan pemeriksaan, mari manfaatkan khususnya kaum ibu dan anak-anak remaja sesuai dengan arahan dokter. Kegiatan ini juga diharapkan bisa berkesinambungan ke depan,” tuturnya.
Baca juga: YPMAK Bentuk Pokja Kampung Wapu-Waituku Tahun 2024
Lewat seminar ini, dapat meningkatkan pengetahuan soal kanker seperti penyebab, jenis dan upaya tindakan agar bisa lebih sehat dan mencegah lewat seminar waspada kanker ini.
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada PTFI, Pemkab Mimika dan YPMAK untuk melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam semua bidang.
“Kita juga berharap agar kegiatan ini terus berkelanjutan, bukan yang pertama dan terakhir namun terus berkesinambungan dan bisa dikembangkan dalam kehidupan dan diperluas lagi kepada Masyarakat,” imbuhnya.
Sementara Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Serta Mimika, Inosensius Yoga Pribadi mengatakan, saat ini kanker penyebab kematian kedua di dunia sesudah penyakit jantung.
“Namun gak perlu pesimis, sepertiga bisa dicegah secara massif, terukur dan terarah. Kanker penyakit termahal dengan biaya terbesar. Makanya memerangi kanker sejak dini dengan mencegah sejak dini juga,” kata Yoga.
Dia juga berharap, agar pola hidup sehat bisa diterapkan Masyarakat. Seperti harus lebih banyak mengonsumsi sayuran, buah dan air putih serta olahraga.
“Dengan mengetahui kita bisa mencegah. Sangat penting untuk mengenal gejala dengan menjaga pola hidup sehat, sehingga tahu apa pemicu dan dapat dicegah sejak dini.
"Saya juga memberikan apresiasi kepada YPMAK atas dedikasinya dalam bidang kesehatan bagi Suku Amungme dan Kamoro dan suku kekerabatan."
"Aksi bersama pencegahan dengan edukasi, deteksi dini dan pola sehat serta kolaborasi dengan semua menuju Mimika yang sehat, mandiri dan sejahtera,” pungkasnya. (*)
TribunPapua.com
YPMAK
Nur Ihfa Karupukaro
PT Freeport Indonesia (PTFI)
Kabupaten Mimika
Papua Tengah
| YPMAK Bentuk Pokja 2026 di Kampung Akar Guna Perkuat Ekonomi Berbasis Kerja |
|
|---|
| YPMAK Pantau Keberlanjutan Program Kampung di Mapar |
|
|---|
| Warga Kapiraya Sepakat Pilih Kembali Pengurus Lama Pokja YPMAK untuk 2026 |
|
|---|
| YPMAK Pantau Keberhasilan Program Ekonomi Masyarakat Kampung Uta |
|
|---|
| YPMAK Kucurkan Rp300 Juta Garap Potensi Ekonomi Warga Kampung Uta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/24102024-HTRTYRRRR.jpg)