Jumat, 24 April 2026

Demo di Sekretariat Pansel DPRK Nabire

Sokrates Sayori: Hasil Seleksi Administrasi DPRK Nabire Harus Dibatalkan

Di sana kami akan menyampaikan aspirasi, sekaligus menyerahkan kunci gembok ke MRP Provinsi Papua Tengah

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
Ketua LMA Wilayah Saireri II Nabire, Sokrates Sayori 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Pagar masuk sekretariat Panitia Seleksi (Pansel) DPRK Kabupaten Nabire, di Jalan Jakarta digembok masyarakat adat dari LMA Wilayah Saireri II Nabire, Dewan Adat Papua Daerah Nabire, Suku Besar Gua Yerisiam, bersama organisasi Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI).

Baca juga: BREAKING NEWS: Masyarakat Adat Gembok Sekretariat Pansel Calon Anggota DPRK Nabire

Penggembokan tersebut dilakukan dengan menggunakan rantai sedang, dan slot sedang.

Ketua LMA Wilayah Saireri II Nabire, Sokrates Sayori mengatakan, sangat mendukung penggembokan ini.

"Karena, kerja-kerja dari Pansel DPRK sendiri tidak sesuai dengan tahapan," kata Sokrates kepada Tribun-Papua.com, Sabtu, (7/12/2024).

Kemudian, kerja pansel juga tidak transparan kepada publik.

"Maka semua proses harus dibatalkan, dan dihentikan," ujarnya.

Sokrates juga mengatakan, setelah proses penggembokan yang dilakukan, mereka akan lanjut ke Kantor MRP Provinsi Papua Tengah.

"Di sana kami akan menyampaikan aspirasi, sekaligus menyerahkan kunci gembok ke MRP Provinsi Papua Tengah," pungkasnya. 

Baca juga: Hasil Seleksi Administrasi Calon DPRK Nabire Tidak Ada Keterwakilan Suku dan Masyarakat Adat

Sekretaris Suku Besar Gua Yerisiam, Tino Henebora  bahwa, dari hasil yang dikeluarkan, tidak ada mewadahi dan mengakomodir masyarakat adat di Nabire.

"Sehingga atas nama, tulang belulang, leluhur di tanah ini, dan atas nama Allah, kami menolak hasil pengumuman dari Pansel DPRK Kabupaten Nabire," kata Tino kepada Tribun-Papua.com, Sabtu, (7/12/2024).

Tini juga menegaskan, mereka akan bersama BMP RI akan menindaklanjuti hasil yang diputuskan secara hukum positif.

"Yaitu, kami akan melakukan gugatan ke pengadilan," tegasnya.

Baca juga: Pemuda Adat Suku Wate Minta Semua Tahapan DPRK Nabire Harus Dibatalkan

Dengan demikian, Tino minta agar, hasil yang sudah diumumkan harus dibatalkan. 

Begitu halnya dengan Pemuda Adat Suku Wate, Frans Hei bahwa, sangat tidak puas dengan hasil seleksi administrasi yang diputuskan oleh Pansel DPRK Nabire.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved