Selasa, 14 April 2026

Sarmi

DLH Sarmi Imbau Program Makan Bergizi Gratis Tidak Gunakan Plastik atau Styrofoam

“Styrofoam masuk kedalam kategori sampah plastik yang mengandung zat berbahaya, seperti benzene dan styrene," katanya.(*)

Tribun-Papua.com/Anderson Esris
Kepala Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Kabupaten Sarmi, Hengky K Baransano 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.Com, Anderson Esris.

TRIBUN-PAPUA.COM, SARMI - Kemasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi ancaman baru terhadap jumlah sampah yang diproduksi di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sarmi, Hengky K Baransano yang juga mantan Kepala BAPPEDA, meminta agar pelaksanaan program MBG di sekolah tidak menggunakan alat makan sekali pakai. Program MBG harus ramah lingkungan dengan tidak menggunakan kotak, plastik atau styrofoam.

“Saya mengharapkan dengan makan siang gratis ini, misalnya ada 10 ribu anak sekolah, makan siang gratisnya bagus, tapi sampahnya harus dikelola dengan baik,” kata Baransano, Jumat (17/1/2025).

Baca juga: Tanam 6.000 mangrove, BP Tangguh dan SKK Migas Ajak Masyarakat Rehabilitasi Pesisir Teluk Bintuni

Diakuinya penggunaan plastik atau styrofoam dapat menciptakan masalah besar jika tidak ditangani dengan baik. Menurutnya, ada beberapa solusi yang dapat diterapkan, seperti menggunakan wadah makan yang bisa digunakan ulang atau menerapkan sistem seperti katering.

“Dalam rapat kerja pimpinan OPD, saya sudah sampaikan, bisa tidak jangan memakai tempat makan sekali pakai. Kalau bisa seperti catering itu,” katanya.

Baca juga: Sempat Ada Kendala, PM Israel Netanyahu Akhirnya Sepakati Perjanjian Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Ia melanjutkan alternatif lain yang disarankan DLH adalah menyediakan fasilitas bank sampah di sekolah. Dengan begitu, limbah yang dihasilkan dapat dikelola dengan lebih baik.

“Kalau tidak, ya di sekolah harus ada bank sampah. Karena kalau tidak dikelola seperti itu, bakal kerepotan kita,” ungkapnya.

Baca juga: Pengurusan KIA di Kabupaten Jayapura Masih Rendah Akibat Data Anak Tidak Lengkap

Baransano, menilai pentingnya pengelolaan sampah dalam program makan siang gratis bagi pelajar. DLH berharap program tersebut tidak menggunakan alat makan sekali pakai yang dapat menambah volume sampah.

Ia mengingatkan pengelolaan lingkungan harus menjadi perhatian agar program makan siang gratis tidak meninggalkan dampak buruk berupa penumpukan limbah.

“Ini sebenarnya sudah kita pikirkan. Karena kalo tidak dikelola seperti itu, bakal kerepotan kita,” katanya.

Baca juga: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dan Rombongan Kunjungi Area Kerja PTFI

Baransano menjelaskan,styrofoam sendiri merupakan sebuah material berbahan expanded polystyrene yang dapat menimbulkan bahaya karena zat yang terkandung di dalamnya.

“Styrofoam masuk kedalam kategori sampah plastik yang mengandung zat berbahaya, seperti benzene dan styrene," katanya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved