Jumat, 24 April 2026

PT Freeport

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dan Rombongan Kunjungi Area Kerja PTFI

Rombongan juga meninjau stasiun bongkar muat di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave yang berada di kedalaman 1.000 meter di bawah permukaan tanah.

Tribun-Papua.com/istimewa
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati saat mengunjungi pusat operasi tambang bawah tanah PTFI didampingi oleh Senior Vice President Underground Mine PTFI, Henky Rumbino, Selasa (14/1/2025). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengunjungi area operasi PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, 14 - 15 Januari 2025.

Rahayu bersama anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian dan Anggota Komisi XII DPR, Rocky Chandra meninjau area operasi dataran tinggi Tembagapura mencakup kawasan, tambang terbuka Grasberg, ruang kendali peralatan tambang bawah tanah jarak jauh, area penghancur batuan bijih.

Baca juga: 02 dan Judi Picu Tingginya Perceraian di Merauke: Kenalan Lewat Medsos

Rombongan juga meninjau stasiun bongkar muat di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave yang berada di kedalaman 1.000 meter di bawah permukaan tanah.

Rahayu mengapresiasi kinerja PTFI serta komitmen perusahaan dalam membangun sumber daya manusia khususnya karyawan Papua menjadi tenaga kerja yang berkualitas.

Menurutnya, kehadiran PTFI di tengah masyarakat Papua sejak awal beroperasi telah memberikan manfaat besar dalam membangun peradaban masyarakat Papua menjadi lebih sehat, sejahtera dan mandiri melalui serangkaian program investasi sosial perusahaan.

Baca juga: Satu Orang Hilang Pada Insiden Terbaliknya Speed Boat 40 PK di Muara Kali Yamas Asmat 

“Setelah melihat dan mendengar secara langsung bagaimana PTFI beroperasi dengan kompleksitas operasi pertambangannya, saya sangat bangga menyaksikan anak bangsa khususnya pekerja asli Papua dan pekerja perempuan terlibat dalam operasional industri tambang,” kata Rahayu.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas menyampaikan selama 57 Tahun PTFI beroperasi di tanah Papua, selama itu pula PTFI menjadi bagian dari Papua dan ke depannya akan terus bertumbuh dan berkembang bersama masyarakat Papua.

Baca juga: Dit Siber Polda Papua Sosialisasi Etika Bermedia Sosial di SMA YPPK ASISI Sentani

Freeport Indonesia adalah bagian dari Papua begitupun masyarakat Papua adalah bagian dari Freeport Indonesia. 

"Komitmen kami begitu kuat untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Papua. Dapat dilihat dari komposisi tenaga kerja PTFI yang 40 persennya adalah karyawan asli Papua,” kata Tony.

Keesokan harinya, Rahayu dan rombongan berkesempatan mengunjungi area dataran rendah di Timika, diantaranya pusat reklamasi dan keanekaragaman hayati PTFI.

Baca juga: Polda Papua Gelar Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi PKP Tahun 2025

Rombongan juga berkunjung di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Mimika Sport Complex (MSC) dan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM).

Di kawasan Pusat Reklamasi dan Keanekaragaman Hayati PTFI ini, Rahayu dan rombongan melihat secara langsung sebagian lahan endapan tailing sisa pasir dari proses pengolahan batuan biji tambang telah diubah menjadi area pertanian tanaman semusim, hortikultura, tanaman perkebunan, peternakan sapi, kehutanan, dan budi daya perikanan air tawar. 

“Freeport Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dengan mengelola tailing yang dijadikan lahan produktif melalui berbagai program reklamasinya,” terang Rahayu

Baca juga: Senator Nelson Wenda Ungkap Sejumlah Isu Strategis di Papua Pegunungan pada Sidang Paripurna

Perjalanan kemudian berlanjut ke salah satu investasi sosial PTFI di bidang pendidikan. Rahayu berkesempatan melihat SATP dari dekat, Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap fasilitas dan proses pembelajaran anak-anak.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved