ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

POLDA PAPUA

Polda Papua Rencana Buka 22,5 Hektare Perkebunan Jagung

Irwarsda Polda Papua, Kombes Pol Jeremias Rontini mengatakan, Polda Papua merencanakan pembukaan lahan seluas 22,5 hektare, dari total lahan 406

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Foto bersama penanaman jagung serentak satu juta hektare di Kampung Aib, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Papua 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Dalam rangka mendukung program penanaman 1 juta hektare jagung di seluruh Indonesia, Polda Papua berencana membuka 22,5 hektare lahan perkebunan jagung.

Sebagai langkah awal, Polda Papua telah memulai dengan menanam jagung di atas lahan seluas 3 hektare di Kampung Aib, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura pada Selasa, (21/1/2025).

Baca juga: BREAKING NEWS: KKB Papua Menggila, Anggota Polisi Puncak Jaya Brigpol Ronald Tewas Ditembak

Pencanangan penanaman jagung serentak di Aib, diikuti secara online melalui zoom meeting. Hadir pada kesempatan itu Kapolda Papua, Brigjen Pol Patrige Renwarin, Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen Rudi Puruwito, Irwarsda Polda Papua, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol), Jeremias Rontini, Asisten II Pemprov Papua, Setyo Wahyudi, Penjabat (Pj) Bupati Jayapura Semuel Siriwa dan rombongan.

Baca juga: Satgas Damai Cartenz: Anggota Polres Puncak Jaya Gugur Ditembak OPM Pimpinan Bumiwalo Telenggen

Irwarsda Polda Papua, Kombes Pol Jeremias Rontini mengatakan, Polda Papua merencanakan pembukaan lahan seluas 22,5 hektare, dari total lahan 406 hektare di Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura dan Merauke.
Di Kabupaten Jayapura lokasi lahan yang sudah dibuka untuk penanaman jagung di Kampung Aib seluas 3 hektare yang akan dikelola oleh 9 kelompok tani.

Pembukaan lahan di sana dilakukan sejak Januari 2024 setelah berkoodinasi dengan masyarakat setempat.
"Saya sendiri yang menentukan tempat ini, setelah berkoordinasi dengan masyarakat di Distrik Kemtuk, kampung itu saya lihat lokasinya alang-alang, masyarakat panggilnya kampung alang-alag karena Kabupaten Jayapura memiliki pertanian luar biasa sejak masa Belanda," kata mantan Kapolresta Kota Jayapura itu. 

Baca juga: Kadis DP3AKB Kota Jayapura : Faktor Ekonomi Penyebab Terjadinya Kekerasan Terhadap Anak 

Adapun lokasi ini strategeis karena ada di dekat aliran sungai sehingga sumber air tidak jauh.
Penanaman jagung menjadi komoditi yang sangat menjanjikan untuk dapat mendorong ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Saya harap masyarakat tidak hanya bergantung pada pekerjaan pegawai negeri atau swasta tetapi  menjadi seorang petani. 9 kelompok tani ini yang berbeda karena seluruhnya orang asli Papua," katanya.

Baca juga: 12 Motor Hasil Curian Berhasil Diamankan Polres Nabire, Ini Jenis dan Nopolnya

Sementara itu, mengenai pemasaran, pihaknya berharap Pemkab Jayapura dapat melakukan intervensi harga pakan jagung sehingga disesuaikan dengan ketetapan harga dari pemerintah pusat yakni Rp5.000 - 5.500.

"Harga jagung hari ini berkisar Rp 3.000- 3.500 sedangkan ketetapan pemeringah Rp 5.000 - 5.500 hal ini perlu dorong supaya masyarakat yang sudah tanam jagung jangan jadi lesu, karena harganya rendah," katanya. (*)  

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved