Biak Numfor
Amfyanir Karwar, patung keramat Suku Biak di Papua
Ini merupakan patung keramat yang sangat disembah oleh para leluhur suku Biak, sebelum ajaran Kritesten Protestan masuk di Pulau Mansinam,
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marius Frisson Yewun
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sebelum masyarakat suku Biak di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua mengenal agama Kristen, mereka memiliki patung kepercayaan yang disebut patung Amfyanir Karwar/Korwar.
Ini merupakan patung keramat yang sangat disembah oleh para leluhur suku Biak, sebelum ajaran Kritesten Protestan masuk di Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat pada 5 Februari 1855 oleh Misionaris asal Jerman, yaitu Ottouw dan Geissler.
Baca juga: Bangkai Paus Sepanjang 20 Meter Terdampar di Kawipi, Kepulauan Yapen
Dalam bahasa Biak, karwar berasal dari kata arwah atau roh, sedangkan patung disebut dengan amfyanir (amfyanir karwar). Namun lebih dikenal dengan sebutan patung karwar.
Dahulu patung ini dibuat untuk kepentingan religius, dibuat dalam ukuran yang besar sehingga bisa terisi kepala tengkorak leluhur atau orang yang disayangi ke dalam patung.
Baca juga: Jelang Putusan MK, Pesan Senator Wenda: Jangan Ada Konflik di Papua Pegunungan
Pada masa itu, masyarakat Biak yang mendiami pesisir Pulau Papua, menyakini patung ini sebagai media komikasi dengan leluhur, hingga pelindung, termasuk untuk mengusir roh jahat dan penyalur kebaikan.
Namun seiring berjalannya waktu ketika injil masuk dan mereka percaya Tuhan, banyak patung karwar yang dibakar.
Baca juga: Anak Jadi Target Kejahatan, Polda Papua Minta Orang Tua Lebih Waspada
Pada zaman ini jika masih ada masyarakat yang percaya patung Karwar maka dianggap kafir.
Sekarang, patung ini hanya dibuat untuk kepuasan batin dan estetika. Namun lebih banyak dari patung-patung itu hanya berupa pahatan kayu yang tidak dilengkapi dengan tengkorak kepala manusia.(*)
| GOW Biak Numfor Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Sauri Jelang HUT Ke-3 |
|
|---|
| KPK dan BPK Perintahkan BPKAD Biak Tarik 45 Kendaraan Dinas Dari Pensiunan |
|
|---|
| Bupati Markus Mansnembra Soroti Program MBG yang Hanya Terpusat di Kota |
|
|---|
| Pemkab Biak Siapkan Retret Kepemimpinan Bagi 249 Kepala Kampung |
|
|---|
| Pesan Haru SMAN 1 Biak Bagi 393 Lulusan Bahwa Dunia Butuh Orang Jujur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Patung-Karwar.jpg)