Jumat, 15 Mei 2026

PAPUA

Sikapi Aksi Tolak MBG di Papua, Ali Kabiyai: Perlu Ada Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Kepada Siswa

Jadi wawasan kebangsaan ini penting, dan harus terus ditingkatkan, sehingga anak-anak sekolah juga tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang

Tayang:
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
PROGRAM MBG: Sekjen DPP Barisan Merah Putih RI, Ali Kabiay saat wawancara di Nabire, Kamis, (27/2/2025). Sikapi penolakan MBG oleh para pelajar Papua, Ali menyarankan peningkatan pemahaman kebangsaan secara menyeluruh kepada para siswa-siswi di sekolah masing-masing. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Rentetan aksi tolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Papua pada beberapa waktu lalu, jadi perhatian serius. Pasalnya, aksi ini dilakukan secara sontak oleh pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Menyikapi aksi itu, Sekjen DPP Barisan Merah Putih RI, Ali Kabiyai mengatakan, penolakan MBG yang terjadi, menjadi pekerjaan rumah bagi dinas teknis, dan juga sekolah-sekolah untuk lebih menanamkan materi wawasan kebangsaan kepada setiap siswa.

Baca juga: PT Makmur Sejahtera Permai Pastikan Stok Sembako di Nabire Aman Menjelang Puasa Hingga Ramadhan

Hal tersebut perlu dilakukan, sebab dalam aksi yang terjadi kemarin, banyak anak sekolah yang ditemukan menggunakan atribut-atribut yang bertentangan dengan negara.

"Jadi wawasan kebangsaan ini penting, dan harus terus ditingkatkan, sehingga anak-anak sekolah juga tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dibuat oleh kelompok-kelompok yang berseberangan dengan prinsip-prinsip kedaulatan, dan tidak ingin Papua aman, dan damai," kata Ali kepada Tribun-Papua.com, di Nabire, Kamis, (27/2/2025).

Baca juga: OJK Papua Ungkap Kinerja Perbankan 2024, DPK Bank Umum Turun Jadi Rp65,3 Triliun 

Selain itu menurut Ali, MBG sangatlah baik, karena melalui program tersebut, bisa meningkatkan sumber daya manusia di kemudian hari.

Kemudian Ali bilang, kalau dilihat juga, bukan hanya Indonesia yang menjalankan MBG, tapi sebelum-sebelumnya, program tersebut juga sudah dilaksanakan lebih dulu di beberapa negara maju.

Baca juga: Kasus Dikembalikan ke Polda Papua, Investigasi Kodam Cenderawasih soal Teror Media Jubi Tak Serius

"Seperti Brazil, Korea Selatan, China, dan Firlandia, yang menjalankan program serupa hingga saat ini menghasilkan SDM yang berkualitas," katanya.

Lalu Ali juga menyinggung saat ini ada isu-isu yang muncul untuk menghambat program MBG di Bumi Cenderawasih yaitu mengenai stok pangan yang terbatas.

Baca juga: Dinkes Papua Gelar Webinar di Kanal Tribun-Papua.com Dorong Penerapan Posyandu ILP

"Nah ini sebenarnya tidak benar, karena saya sudah cek, seperti di Papua dan Papua Tengah, itu stok pangan seperti beras, dan lain sebagainya semuanya aman, untuk itu masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu tersebut," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved