Kamis, 7 Mei 2026

pemuda hanyut di kali

Pemuda yang Terseret Air Kali Wanggar di Nabire Belum Ditemukan

“Setelah selesai angkut batu, mereka makan bersama. Saat teman-temannya masih makan, David memutuskan mandi dan mencoba menyeberangi kali. Tiba-tiba d

Tayang:
Tribun-Papua.com/istimewa
ORANG HANYUT: Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Intan Jaya, Simson Wey, masyarakat dan pihak kepolisian saat berada di lokasi orang hilang pada Sabtu (03/05/2025) sekitar pukul 12.30 WIT. Korban belum ditemukan 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Seorang pemuda bernama David Majau dilaporkan hilang, dan diduga hanyut saat menyeberangi Kali Wanggar, Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Sabtu (03/05/2025) sekitar pukul 12.30 WIT.

Peristiwa tragis ini terjadi saat korban bersama beberapa pemuda lainnya sedang memuat batu kali untuk keperluan pembangunan Fondasi rumah milik Jaya Majau.

Baca juga: Muhammad Syahrul Khair Resmi Dilantik Sebagai Ketua IPPAT Kota Jayapura

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Intan Jaya, Simson Weya, yang langsung mengunjungi lokasi kejadian, Minggu (4/5/2025) menjelaskan kronologi berdasarkan keterangan saksi.

“Setelah selesai angkut batu, mereka makan bersama. Saat teman-temannya masih makan, David memutuskan mandi dan mencoba menyeberangi kali. Tiba-tiba dia berteriak dalam bahasa ibu, ‘Aiga ga Sonowie’ yang artinya ‘Tuhan tolong saya’. Namun, setelah itu ia menghilang terseret arus,” kata Simson Weya.

Baca juga: Wakili Papua Diajang Pemilihan Putri Indonesia, Yokbet dan Theresia Sosok Kebanggaan

Berikut profil korban

Nama: David Majau

Jenis Kelamin:Laki-laki

Tempat, Tanggal Lahir Agisiga, 2 April 1999

AgamaKristen Protestan

Waktu Kejadian Sabtu, pukul 12.30 WIT

Baca juga: Wakil Bupati Supiori Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Gratis dan Bermutu

Saksi  korban, Jaya Majau (lahir di Agisiga, 10 Juni 1989), menyaksikan langsung proses sebelum peristiwa terjadi.

Warga bersama pemuda setempat telah melakukan pencarian mulai pukul 13.00 WIT hingga sore hari, namun korban belum ditemukan. Keesokan harinya, Minggu (04/05/2025), Simson Weya menemui pihak Kepolisian Wanggar guna meminta bantuan evakuasi.

Baca juga: OTK di Yahukimo Bunuh Warga Sipil Secara Sadis, Begini Kronologisnya

“Pihak kepolisian sudah datang pukul 11.20 WIT untuk cek lokasi dan ambil data. Saya juga mohon koordinasi dengan dinas terkait seperti BPBD Kabupaten Nabire,” ujarnya.

Kondisi cuaca yang terus diguyur hujan deras membuat debit air Kali Wagar meningkat dan arus menjadi deras, sehingga pencarian belum bisa dilanjutkan secara maksimal.

Baca juga: Sampah Berserakan di Pasar Oyehe Nabire, Bau Tak Sedap Menguap: Kesadaran Warga Lemah?

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved