guru merauke dipukul
13 Guru di Merauke Dipukul, Wakil Gubernur Minta Polisi Jangan Diam
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, mengungkapkan peristiwa yang terjadi pada Kamis, (15/5/2025) itu baru saja diketahui. Massa juga merus
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Bwariat
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE – Sebanyak 13 orang guru di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas (SMP/SMA) Satu Atap Kampung Wasur, Merauke, Papua Selatan disebut menjadi korban kekerasan atau dipukul oleh sekelompok massa yang melakukan penyeranagan brutal.
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, mengungkapkan peristiwa yang terjadi pada Kamis, (15/5/2025) itu baru saja diketahui. Massa juga merusak fasilitas sekolah dan memotong ijazah-ijazah siswa yang disimpan di ruang guru.
Baca juga: DPRK Jayawijaya Hearing Bersama Disdik-Dinkes Terkait Dampak Pemutusan Tenaga Honorer
Penyerangan ini bermula dari seorang siswa mabuk yang datang ke sekolah dan memecahkan kaca. Aksinya ditolak oleh penghuni asrama yang kemudian memukul siswa tersebut.
“Anak itu lari pulang, lalu datang kembali bersama keluarganya menggunakan empat mobil dan langsung menyerang sekolah serta asrama,” jelas Paskalis, Rabu (21/5/2025).
Baca juga: Pemerintah Jayawijaya Segera Kirim 50 Anak Jalanan ke Yogyakarta
Kepala Asrama Satap Wasur sempat menghubungi Polres mereka baru tiba sekitar pukul 23.00 WIT, jauh setelah penyerangan terjadi. Situasi ini diperparah lagi dengan tidak adanya olah tempat kejadian perkara maupun identifikasi pelaku. Laporan lanjutan yang dibuat pihak sekolah pun tidak ditindaklanjuti secara serius.
“Polisi justru meminta masalah diselesaikan secara kekeluargaan, padahal ini tindakan kriminal serius,” tegas Paskalis.
Baca juga: Wabup Jimmy Kapisa Ajak Seniman Lokal Masuk Sekolah Mengajarkan Budaya Byak
Selain fasilitas sekolah yang rusak berat, makanan di asrama dijarah. Kerugian material ditaksir mencapai Rp500 juta. Namun menurut Paskalis, kerusakan mental siswa jauh lebih mengkhawatirkan.
“Ijazah bisa dicetak ulang, bangunan bisa diperbaiki.Tapi jiwa dan mental anak-anak yang trauma itu yang paling sulit dipulihkan,” ujarnya.
Baca juga: Pemerintah Pusat Diminta Percepat Pembangunan Infrastruktur Digital di Pelosok Papua
Ia menilai kepolisian bersikap lalai, tidak profesional, dan gagal mencegah eskalasi kekerasan. Paskalis meminta Kapolres Merauke segera membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus ini dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.
“Jangan ada kesan pembiaran. Presiden dan Kapolri sudah tegas memerintahkan pemberantasan aksi premanisme. Polisi yang bertugas saat itu juga harus diperiksa,” pungkasnya. (*)
Tribun-Papua.com
Sekolah di Merauke
Merauke
DPRK Merauke
Kabupaten Merauke
Polres Merauke
DPRD Merauke
Merauke Terkini
Wasur Kampung
Wasur Merauke
Taman Nasional Wasur
Jadwal Kapal Pelni Sorong-Jayapura September 2025, Harga Tiket Mulai Rp478 Ribuan |
![]() |
---|
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 173: Soal 8 |
![]() |
---|
Kunci Jawaban Dasar-Dasar Pemasaran Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 92: Evaluasi Soal 1 |
![]() |
---|
Ramalan Cuaca Jayapura Besok, Sabtu 30 Agustus 2025: Cerah Berawan di Siang Hari |
![]() |
---|
Persipura Jayapura Target Promosi Super League, Ini Daftar 36 Pemain Arungi Liga 2 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.