Disdik biak numfor
Disdikbud Biak Numfor Gelar Festival Bahasa Daerah Bagi Pelajar SD - SMP
Para peserta mengikuti berbagai jenis lomba seperti pidato, dongeng, baca puisi, cerpen, komedi, mop, dan solo, dimana seluruhnya menggunakan Bahasa
Penulis: Fiona Sihasale | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua menggelar festival bahasa daerah setempat atau disebut Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) sebagai upaya pelestarian bahasa daerah dengan mengusung tema “Bahasa Daerah Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Biak, Selasa (24/6/2025), dan dibuka secara resmi oleh Ketua I Bidang Pembinaan Keluarga TP PKK Kabupaten Biak Numfor, Renny Harianti Kapissa, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamaruddin, S.Pd.
Baca juga: Fungsi Pemkab Merauke Lesu, Pelajarnya Mulai Terjebak Ganja yang Ramai Masuk Melalui Jalur Tikus
FTBI bertujuan meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah, melestarikan bahasa ibu sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal, serta menumbuhkan semangat kreativitas dan keberanian dalam menggunakan bahasa ibu.
Dalam sambutannya, Kamaruddin menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah sebagai warisan leluhur dan identitas bangsa.
Baca juga: Distan Jayawijaya Ajak UMKM Kedai Kopi Fokus Pada Kualitas di Tengah Persaingan Ketat
Ia menjelaskan bahwa budaya terbagi dalam dua jenis, yakni budaya berwujud seperti lukisan, patung, ukiran, bangunan arsitektur yang khas, pakaian dan aksesori, serta budaya tidak berwujud seperti seni pertunjukkan, tarian, serta bahasa dan sastra.
“Dinas Pendidikan Biak Numfor tidak salah mereplikasi Festival Tunas Bahasa Ibu secara nasional, karena beberapa tahun terakhir, kita rutin mengirim peserta ke tingkat nasional mewakili Papua. Bahkan, salah satu pelajar Biak pernah menuturkan Bahasa Biak di hadapan Menteri dan pejabat pusat lainnya,” ujarnya.
Baca juga: GMNI Jayawijaya Minta Pemprov Papua Pegunungan Tinjau Ulang SKD CPNS Sebab Sarat Kejanggalan
Ia juga menyebutkan bahwa dari lebih 400 bahasa daerah di Tanah Papua, dua diantaranya, Bahasa Biak dan Tobati yang terpilih secara nasional sebagai bahasa daerah yang memiliki nilai linguistik kuat sebagai alat komunikasi.
“Bahasa Biak bukan hanya memiliki banyak penutur, tapi juga bisa dikembangkan dan dituturkan oleh siapa saja jika dipelajari,” imbuhnya
Baca juga: Rakor PUPR Papua Pegunungan Menghasilkan Enam Rekomendasi Kunci
Festival ini diharapkan mampu mencetak siswa-siswi hebat dalam seni dan sastra, membentuk jejaring antar sekolah dalam pelestarian bahasa, serta menghasilkan dokumentasi karya sebagai bahan pembelajaran.
Festival FTBI 2025 diikuti sebanyak 42 peserta dari tingkat SD dan SMP di berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Biak Numfor. Para peserta mengikuti berbagai jenis lomba seperti pidato, dongeng, baca puisi, cerpen, komedi, mop, dan solo, dimana seluruhnya menggunakan Bahasa Biak.(*)
Tribun-Papua.com
Disdikbud Biak Numfor
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di Biak
Pemkab Biak Numfor
Bupati Biak Numfor
Dinas Pendidikan Biak Numfor
| Disdikbud Biak Ingatkan Seluruh Sekolah Menerapkan “MPLS Ramah” Tanpa Kekerasan |
|
|---|
| Disdikbud Biak Numfor Siapkan 3 Kandidat Sekolah Rujukan Google |
|
|---|
| Disdikbud Biak Numfor Terbitkan Instruksi Penerimaan Murid Baru Tanpa Pungutan Atau Jual Seragam |
|
|---|
| Disdikbud Biak Mengeluarkan Juknis Untuk Menekan Intervensi Pada SPMB 2025/2026 |
|
|---|
| Disdik Biak Numfor Siapkan Guru Terbaik Untuk Penempatan di Sekolah Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/mfkfnjgugigjh.jpg)