Selasa, 7 April 2026

beras oplosan di papua

Gudang Bulog di 6 Provinsi se-Papua Bebas Dari Beras Oplosan

Saya menjamin tidak ada beras oplosan yang masuk di Gudang Bulog Kantor Wilayah Papua dari Papua Barat," ujar

Tribun-Papua.com/Taniya Sembiring
BERAS OPLOSAN - Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat Ahmad Mustari saat diwawancarai wartawan di Jayapura Selasa (22/7/2025). Ahmad memastikan tidak ada beras oplosan di Gudang Bulog yang tersebar di 6 provinsi se Tanah Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Taniya Sembiring 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pimpinan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Papua dan Papua Barat Ahmad Mustari menegaskan bahwa tidak ada beras oplosan yang masuk dan tersimpan di gudang Bulog Wilayah Papua. 

Pernyataan ini disampaikan sebagai respon atas beredarannya isu terkait beras oplosan yang meresahkan masyarakat di tanah air, termasuk di 6 provinsi se Tanah Papua.

Baca juga: Kejati Papua Selamatkan Rp107 Miliar Dari 2 Tindak Pidana Korupsi

"Saya menjamin tidak ada beras oplosan yang masuk di Gudang Bulog Kantor Wilayah Papua dari Papua Barat," ujar Ahmad Mustari saat ditemui Tribun-Papua.com, di Jayapura Selasa 22 Juli 2025.

Bulog mengimbau masyarakat agar tidak panik berlebihan dan tetap tenang menyikapi kabar yang beredar. 

Baca juga: Pusat Daur Ulang Sampah Plastik Bakal Dibangun Pemkab Nabire

Mantan Kepala Bulog Cabang Wamena ini memastikan pihaknya akan terus mengawal dan memastikan hal itu tidak terjadi di Gudang Bulog.

Sementara itu Ketua Komisi II DPR Papua Yulianus Romboisano menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi untuk melakukan peninjauan lapangan dan akan segera memanggil instansi terkait termasuk dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua maupun para distributor beras.

Baca juga: Biaya Pengurusan Badan Hukum Tiap KDMP di Jayawijaya Berkisar Rp2 - 3 Juta

"Kami akan ambil langkah tegas untuk distributor-distributor yang belum terdaftar resmi, akan kami telusuri bersama dinas terkait untuk memutus mata rantai beras oplosan ini," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa DPR Papua akan memanggil Kepala Bulog untuk berdiskusi lebih lanjut guna memastikan distribusi beras berjalan aman dan sesuai standar.

Baca juga: 7 Tahun Masyarakat Wakunyama di Yahukimo Tidak Merasakan Dana Desa

Setelah itu DPR akan melakukan peninjauan terhadap pasar murah dan beras lokal termasuk edukasi kepada masyarakat dan pelaku distribusi agar beras lokal dapat memenuhi kebutuhan secara maksimal.

Perlu diketahui bahwa pada dasarnya beras oplosan tidak berbahaya bagi kesehatan. Sebab beras oplosan dan non oplosan terdiri dari bahan baku padi yang diolah menjadi beras.

Baca juga: Bupati Jayawijaya Minta Dinas Terkait Dukung Pengembangan Gerakan Pramuka

Hanya saja yang menjadi masalah adalah beras dengan kualitas medium, dicampur dengan beras kualitas premium lalu dijual dengan harga tinggi atau harga premium.

Bulog Papua dan Papua Barat yang berada di Kota Jayapura, Provinsi Papua, tepatnya Jl. Nindya No.1, Gurabesi, Jayapura Utara, membawahi enam provinsi di tanah Papua, yaitu Provinsi Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat dan Papua Barat Daya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved