penemuan jenazah
Mayat Bayi Laki-Laki Berambut Keriting Ditemukan di Pantai Kampung Skouw Sae
Ciri-ciri fisik korban menunjukkan usia sekitar 1–3 hari, dengan rambut keriting dan masih terdapat penjepit tali pusar, mengindikasik
Penulis: Taniya Sembiring | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Taniya Sembiring
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Suasana malam di Kampung Skouw Sae berubah mencekam setelah dua warga menemukan sosok mayat bayi laki-laki di Muara Sungai Tami, Selasa (12/8) pukul 21.55 WIT.
Penemuan tragis ini terjadi saat keduanya sedang memancing di lokasi yang dikenal tenang dan jauh dari keramaian.
Baca juga: KPU Sarmi Sebut BTM-CK Raih 10.754 Suara dan MDF-AR Raih 6.716 Suara
Mayat ditemukan sudah dalam kondisi membusuk, tertelungkup, dan sebagian tertutup pasir pantai.
Ciri-ciri fisik korban menunjukkan usia sekitar 1–3 hari, dengan rambut keriting dan masih terdapat penjepit tali pusar, mengindikasikan bahwa korban kemungkinan baru lahir dan meninggal sekitar satu hari sebelumnya.
Baca juga: Lanny Jaya Berupaya Perbaharui 173 Ribu Data Warga yang Masih Tercatat Secara Offline
Danposal Skouw Sae, Letda Laut (P) Jaka Permana Dwi Saputra mengungkapkan, kronologi penemuan berawal dari pada pukul 21.30 WIT dua warga, Simeon Mutang (23) dan Worik Ekre (26), berangkat memancing ke muara sungai dan menemukan mayat balita dan langsung kembali ke kampung untuk melapor.
"Personel kami bersama Polsek Muara Tami langsung menuju lokasi, tim gabungan termasuk Inafis Polda Papua tiba dan melakukan identifikasi, pukul 02.30 WIT Jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk autopsi dan penyelidikan lanjut," jelasnya saat dihubungi Tribun-Papua.com, melalui telepon selulernya Rabu 13 Agustus 2025.
Baca juga: Pemkot Jayapura Mulai Bangun Dapur yang Memproduksi 3.000 Porsi MBG Tiap Hari
Danposal mengungkapkan, meski belum ada identitas resmi korban, pihak berwajib tengah mendalami kemungkinan keterkaitan dengan kasus balita hilang sebelumnya di wilayah Muara Tami.
Salah satu kasus yang sempat menghebohkan publik adalah penemuan jenazah balita Nur Alisa Aulia di kolam belakang rumahnya, yang menunjukkan tanda-tanda kekerasan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Nabire Hari Ini: Ada Awan Tebal dan Hujan Mengguyur
Pihak RS Bhayangkara akan melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian dan mengidentifikasi korban.
Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait untuk segera melapor.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/samdasisdakasdha.jpg)