Jumat, 12 Juni 2026

Papua barat

Kerja Tanpa Jaminan Kesehatan, 687 Buruh Pasir Manokwari Tuntut Harga Adil

Keluhan tersebut disampaikan Andarias saat menyampaikan aspirasi para buruh sekop pasir, yang selama ini

Tayang:
Tribun Papua Barat
BURUH SEKOP PASIR - Ketua Buruh Sekop Pasir, Andarias Tobida didampingi salah satu anggotanya saat menyampaikan keluhan mereka soal buruh sekop pasir di Amban Pantai, Manokwari, Senin (8/6/2026). 

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pengambilan dan pemuatan pasir dilakukan secara manual tanpa bantuan alat berat.

Baca juga: YPMAK Dorong Program Pengelolaan Kopi di Kampung Highland

Karena itu, para buruh merasa harga yang diberikan belum mencerminkan besarnya tenaga yang mereka keluarkan.

"Padahal kami ini kerja manual menggunakan tenaga manusia. Harga itu sangat tidak sesuai dengan tenaga kerja," ujarnya.

Andarias berharap pemerintah dapat membantu menetapkan harga pasir yang lebih adil sehingga kesejahteraan para buruh dapat meningkat.

"Harga yang kami terima sangat tidak memuaskan. Maka kalau bisa setengah bak Rp200.000 dan rata bak Rp300.000," harapnya.

Baca juga: Konvoi Warga Biak Satukan Berbagai Pendukung Piala Dunia 2026 

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 687 anggota buruh sekop pasir yang telah terdata dan tersebar di sejumlah lokasi di Manokwari.

"Mereka ini tersebar di beberapa lokasi di Manokwari. Yang datang kerja sebagai buruh sekop pasir berada di wilayah Amban Pantai hingga Pantai Utara," katanya.

Menurut Andarias, terdapat tiga titik utama aktivitas buruh sekop pasir, yakni di Amban pantai, sekitar Jembatan Kali Pami dan kawasan Mandopi.

"Ada tiga lokasi pekerja buruh sekop pasir yakni di belakang rumah Pak Mandacan, sebelah Jembatan Kali Pami dan Mandopi," ucapnya.

Baca juga: BMKG Sebut Seluruh Mimika Berawan, Warga Diminta Waspada Perubahan Mendadak

Ia berharap pemerintah daerah dapat melihat secara langsung kondisi para pekerja yang selama ini menjadi bagian penting dalam penyediaan material pembangunan di Manokwari, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan baik dari sisi fasilitas kerja maupun kesejahteraan ekonomi. (*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved