Kisah Inspirasi Anak Papua
Mahasiswa Yahukimo Lulus S1 Berkat Usaha Roti Bakar, Jadi Inspirasi di Wisuda Uncen
1.039 lulusan dari berbagai fakultas resmi dikukuhkan pada kesempatan ini. Suasana auditorium penuh dengan semangat da
Penulis: Yulianus Magai | Editor: Marius Frisson Yewun
“Ini bentuk syukur saya. Dari roti bakar saya bisa sekolah, jadi saya rayakan kelulusan dengan bagikan kembali roti bakar untuk orang-orang di sekitar. Semoga ini jadi berkat untuk mereka,” ucapnya tulus.
Baca juga: Dipindahkan ke Makassar, 4 Terdakwa Makar Asal Papua Barat Daya Menjalani Sidang Perdana
Aksi sederhana itu menjadi penutup manis dari perjalanan panjangnya sebagai mahasiswa. Sebuah perayaan yang bukan hanya merayakan gelar akademik, tetapi juga merayakan semangat kebersamaan, kerja keras, dan kepedulian.
Kini, dengan toga di pundaknya, Melkianus tidak hanya membawa pulang gelar Sarjana Pendidikan, tetapi juga membawa pulang sebuah cerita inspiratif. Cerita bahwa sebuah usaha kecil jualan roti bakar di pinggir jalan bisa mengantarkan seorang anak muda Papua berdiri sejajar dengan ribuan sarjana lainnya.
“Semua ini berkat Tuhan dan dukungan orang-orang baik, terutama kakak Nelson yang sudah menjadi keluarga kedua bagi saya. Tanpa beliau, mungkin saya tidak bisa berdiri di sini hari ini,” kata Melkianus mengenang kebaikan Nelson.
Baca juga: 125 Petugas Anti Sampah Plastik Mulai Bekerja, Pemkot Jayapura Upayakan Kebersihan Jadi Budaya
Ia berharap, kisahnya menjadi api semangat bagi banyak mahasiswa Papua yang sedang berjuang dalam keterbatasan.
“Kalau saya bisa, saya percaya banyak anak Papua lain juga bisa. Jangan pernah menyerah. Pendidikan adalah kunci untuk masa depan kita semua,”katanya.
Sementara itu, Ketua Senat Universitas Cenderawasih, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan.

“Setelah keluar dari kampus ini, mereka harus terus belajar. Lingkungan selalu berubah dari waktu ke waktu, sehingga dibutuhkan kemampuan beradaptasi yang tinggi. Kalau berhenti belajar, maka mereka akan tertinggal,” ujar Prof. Kambuaya.
Ia juga menekankan peran penting lulusan Uncen sebagai motor penggerak pembangunan, bukan sekadar pencari kerja.
“Kami berharap para alumni kembali ke daerah masing-masing dan menjadi orang-orang yang mampu menciptakan pekerjaan. Dengan skill yang sudah diperoleh, mereka bisa membuka peluang kerja bagi orang lain. Itu baru sarjana yang memiliki arti,” pungkasnya. (*)
Tribun-Papua.com
Mahasiswa Uncen 2025
mahasiswa uncen
alumni mahasiswa Uncen
Kisah Inspirasi di Papua
Melkianus Pase S Pd
Distrik Pasema di Yahukimo
517 kampung di Yahukimo
Info Kabupaten Yahukimo
Info Wamena
Kabupaten Jayawijaya
Jadwal Kapal Pelni Makassar-Jayapura September 2025, Harga Tiket Mulai Rp954 Ribu |
![]() |
---|
KAPP Serahkan 500 Ekor Ayam Untuk Dukung OAP Biak Jadi Tuan di Negerinya |
![]() |
---|
BPKAD Supiori Minta OPD Manfaatkan Dana Transfer Pusat Dengan Baik |
![]() |
---|
Lomba Baca Puisi Digelar di Aikima Jayawijaya, Begini Pesan Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah |
![]() |
---|
DPRK Jayawijaya Evaluasi Disbudpar dan Panitia Festival Budaya Lembah Baliem |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.