Kamis, 11 Juni 2026

Aksi Massa di Jayapura

Massa KNPB Duduki Jayapura: Hentikan Eksploitasi SDA dan Tarik Militer dari Papua

Ruang demokrasi di Papua semakin sempit akibat tindakan aparat yang menghadang demonstrasi mereka.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun-Papua.com/Yulianus Magai
AKSI MASSA - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi demonstrasi di lingkaran Abepura Kota Jayapura, Rabu (24/9/2025). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi demonstrasi di Kota Jayapura, Papua, Rabu (24/9/2025).

Aksi tersebut berlangsung di beberapa titik, antara lain Perumnas III Waena, Expo Waena, dan Lingkaran Abepura.

Sejak pagi, massa KNPB turun ke jalan menyuarakan penghentian eksploitasi sumber daya alam di Papua serta penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM.

Baca juga: BREAKING NEWS: Mahasiswa Uncen Desak Jakarta Hentikan Investasi dan Militerisasi di Papua

Dalam aksi ini, KNPB menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:

  1. Hentikan pendorongan militerisme dalam skala besar di seluruh Tanah Papua.
  2. Tarik militer organik dan non-organik dari Tanah Papua.
  3. Hentikan perampokan dan eksploitasi sumber daya alam di Papua.
  4. Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri (HMNS) bagi bangsa Papua Barat.

Massa juga membentangkan poster bertuliskan; “Jangan Rampas Kekayaan Papua”, "Papua Sedang Tidak Baik-Baik Saja”, "Hutan Adalah Mama”, hingga "Papua Darurat Militer”.

Seorang orator aksi di Lingkaran Abepura, menegaskan ruang demokrasi di Papua semakin sempit akibat tindakan aparat yang menghadang demonstrasi mereka.

“Kami mencoba untuk satukan semua titik aksi di lingkaran Abepura, tapi ruang demonstrasi benar-benar dibungkam. Bahkan saat kami ingin menuju kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), aparat menghadang kami,” ujarnya.

Orator itu menambahkan, pihaknya telah berupaya berkoordinasi dengan MRP agar aspirasi massa bisa diterima secara langsung.

AKSI MASSA - Mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Tani Sedunia, Rabu (24/9/2025)
AKSI MASSA - Mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Tani Sedunia, Rabu (24/9/2025) (Tribun-Papua.com/Yulianus Magai)

"Kami kecewa dengan hadangan seperti ini. Ini bentuk pembungkaman demonstrasi di Tanah Papua. Polisi seharusnya mengawal, bukan membungkam aksi kami,” pungkasnya.

Aksi serupa juga digelar Mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen), dalam rangka memperingati Hari Tani Sedunia.

Baca juga: KNPB: Pelanggaran HAM di Papua Harus Jadi Perhatian Sidang Umum PBB

Para mahasiswa membawa sejumlah poster bertuliskan antara lain:

“Hentikan PSN di Papua,” “Papua Darurat Militer,” “Tanah Papua Bukan Tanah Kosong,” “Stop Jual Tanah,” “Jaga Papua untuk Kita,” serta “Bicara Tanah Bicara Mama, Hidup Masyarakat Adat."

Massa aksi juga menegaskan bahwa tanah masyarakat adat di Papua telah banyak dirampas oleh kepentingan investasi. 

Karena itu, mereka mendesak pemerintah pusat di Jakarta segera berbenah dan mengambil langkah kebijakan yang berpihak pada rakyat Papua.

“Kami mengutuk investasi PSN (Proyek Strategis Nasional) di Merauke,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasi. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved