Kamis, 4 Juni 2026

papua Terkini

Methodius Kossay Nahkodai PAK-HAM Papua, Berikut Kerja Organisasi Selanjutnya

PAK-HAM Papua bukan sekadar organisasi, tetapi suara nurani kemanusiaan bagi Tanah Papua.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
PEGIAT HAM - Doktor Methodius Kossay (kanan) dilantik sebagai Ketua Perhimpunan Advokasi Kebijakan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua periode 2026-2029 menggantikan Matius Murib. 

Ringkasan Berita:
  • PAK-HAM Papua bukan sekadar organisasi, tetapi suara nurani kemanusiaan bagi Tanah Papua.
  • Ke depan, pihaknya berkomitmen menjadikan PAK-HAM Papua sebagai institusi advokasi HAM yang kredibel, independen, dan profesional.
  • Pusat pendidikan dan literasi HAM berbasis komunitas dan masyarakat adat.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Doktor Methodius Kossay dilantik sebagai Ketua Perhimpunan Advokasi Kebijakan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua periode 2026-2029 menggantikan Matius Murib, pelantikan itu berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Rabu (18/2/2026).

Dalam sambutannya, Doktor Methodius Kossay menyebutkan, sosok Matius Murib merupakan salah satu tokoh aktivis hak asasi manusia tulen di Tanah Papua. Sejak usia muda hingga kini, Matius Murib tetap konsisten, teguh, dan berkomitmen sebagai pembela HAM.

"Keteladanan Bapak Matius Murib mencerminkan keberanian  moral, integritas, dan dedikasi tanpa pamrih bagi martabat manusia dan keadilan  sosial," ungkap Methodius yang juga menjabat sebagai Koordinator Komisi Yudisial (KY) Perwakilan Papua.

Baca juga: Perilaku Hakim Langar Kode Etik Soal Sidang KDRT, Methodius Kossay: Bisa Lapor Komisi Yudisial Papua

Dikatakan, perjuangan HAM adalah estafet lintas generasi, dan keteladanan Matius Murib menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua, relawan PAK-HAM Papua, dan seluruh masyarakat sipil untuk terus berdiri di sisi kemanusiaan dan perdamaian.

Ia menyampaikan dalam periode kepengurusan ini, menetapkan agenda strategis yakni, pendidikan HAM berbasis komunitas dan sekolah adat, advokasi kebijakan Otonomi Khusus dan perlindungan masyarakat adat, monitoring dan dokumentasi pelanggaran HAM berbasis data.

Penguatan kapasitas relawan dan kader advokasi HAM, pengembangan pusat kajian dan database HAM Papua berbasis digital.

"Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah, aparat keamanan, akademisi, tokoh adat, dan seluruh relawan agar agenda ini berjalan efektif dan berkelanjutan," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Methodius, pelantikan itu merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

PAK-HAM Papua bukan sekadar organisasi, tetapi suara nurani kemanusiaan bagi Tanah Papua.

Ke depan, pihaknya berkomitmen menjadikan PAK-HAM Papua sebagai institusi advokasi HAM yang kredibel, independen, dan profesional.

Pusat pendidikan dan literasi HAM berbasis komunitas dan masyarakat adat.

Ruang dialog antara negara dan masyarakat sipil. Lembaga riset dan dokumentasi pelanggaran HAM yang akuntabel, serta motor advokasi kebijakan publik yang adil dan inklusif.

Baca juga: VIDEO VIRAL Oknum Mahasiswa Papua Palak Warga di Jalan Raya Bandung, Methodius Kossay Angkat Bicara

Ia juga menyampaikan terimakasih atas kepercayaan dalam menahkodai PAK-PAHAM Papua.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved