TOPIK
Konflik di Papua
-
Ironisnya, konflik bersenjata meningkat di tengah upaya pemerintah membangun daerah serta memulihkan trauma masa lalu masyarakat Papua.
-
Ironisnya, Distrik Kembru sebelumnya telah ditetapkan sebagai wilayah sipil atau zona pengungsian bagi warga yang terdampak konflik.
-
Wajahnya nampak pucat, rahang dan jari tengah tangan kanannya diperban. Sementara tangan kirinya dipasangi selang infus.
-
Nenu Tabuni menjelaskan, langkah pertama dalam masa tanggap darurat ini adalah pembentukan tim evakuasi gabungan.
-
Paskalis Kosai meminta baik aparat TNI/Polri maupun kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) untuk menahan diri
-
Jumlah korban jiwa yang semula dilaporkan sebanyak tujuh orang, kini bertambah menjadi sembilan orang.
-
Mahasiswa mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak menggunakan budaya perang dalam menyelesaikan persoalan sosial.
-
Empat helikopter ditumpangi TNI meraung-raung di udara dan satu di antaranya sempat mendarat, membuat warga Geraek Nduga trauma.
-
Sebagai ibu rumah tangga dan orangtua tunggal dari empat orang anaknya, ia bertahan hidup di Wamena dengan cara berkebun.
-
Tawaran mediasi dari Juha Christensen, seorang mediator berpengalaman dalam perundingan damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
-
Konflik terus menambah deretan korban. KOmnas HAM mencatat ada 41 kasus kekerasan yang terjadi di Tanah Papua mulai 1 Januari sampai 1 Juni 2024.
-
Sejatinya, Jedah Kemanusiaan sudah hampir terwujud di depan mata, tapi disebut dibatalkan secara sepihak oleh Komnas HAM.
-
Dalam pertemuan ini, keduanya membahas mengenai pendekatan baru dalam menangani konflik bersenjata di Papua.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved