Info Wamena
Sebut Polisi Tebang Pilih, Penanggung Jawab Aksi Wamena Siap Boyong Seluruh Massa ke Mapolres
Penyelidikan seharusnya menyasar pihak yang pertama kali memicu kericuhan, termasuk dugaan tindakan kekerasan terhadap
Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Marius Frisson Yewun
Ringkasan Berita:
- Penolakan Pemanggilan: Penanggung jawab aksi, Yusup Yikwa, tegas menolak pemanggilan 12 peserta aksi oleh polisi karena dinilai tidak proporsional.
- Siap Hadirkan Massa: Sebagai bentuk protes, pihak penyelenggara siap menghadirkan seluruh massa aksi secara kolektif ke Polres Jayawijaya untuk klarifikasi terbuka.
- Tudingan Tebang Pilih: Yikwa meminta polisi bersikap adil dan menyelidiki pemicu awal kericuhan, yang diduga bermula dari tindakan oknum aparat intelijen.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda
TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Penanggung jawab aksi demonstrasi bertajuk Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan di Papua Pegunungan, Yusup Yikwa, menyatakan sikap tegas menolak pemanggilan sejumlah peserta aksi oleh aparat kepolisian. Ia menilai langkah tersebut berlebihan dan cenderung menekan aktivis serta mahasiswa yang terlibat dalam aksi pada 27 April 2026.
Dalam keterangannya, Yikwa yang mewakili kelompok organisasi kepemudaan (OKP) Cipayung menyebut bahwa dirinya bersama Koordinator Lapangan (Korlap) sebelumnya telah memenuhi panggilan dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Namun, pemanggilan lanjutan terhadap belasan peserta aksi sehingga dinilai tidak proporsional.
“Ada 12 orang yang dipanggil, tetapi kami menyatakan tidak akan hadir. Sebaliknya, kami akan mengimbau seluruh massa aksi yang turun pada 27 April untuk hadir bersama dan memberikan klarifikasi secara terbuka,” ujar Yikwa di Wamena, Kamis, (06/05/2026).
Baca juga: Target Ending AIDS 2030 di Fakfak Terganjal Temuan 6 Kasus HIV Baru
Ia menegaskan, pihaknya siap menghadirkan ribuan massa aksi ke Polres Jayawijaya guna memberikan keterangan secara kolektif. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk transparansi sekaligus kritik terhadap proses penyelidikan yang dinilai tidak menyentuh akar persoalan.
Yikwa juga mempersoalkan penanganan aparat saat aksi berlangsung. Ia mengklaim bahwa insiden kericuhan bermula ketika sekelompok peserta aksi sedang berdoa, lalu diduga terganggu oleh oknum aparat intelijen yang mengambil dokumentasi tanpa izin. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling dorong.
Baca juga: Pemkab Jayapura Setop Rekrutmen Karena Tidak Mampu Bayar Pegawai Baru
“Penyelidikan seharusnya menyasar pihak yang pertama kali memicu kericuhan, termasuk dugaan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa yang berusaha mengamankan situasi,” katanya.
Ia meminta aparat kepolisian bersikap adil dan tidak tebang pilih dalam proses hukum. “Hukum tidak boleh berpihak hanya karena seseorang punya kekuasaan. Kami siap hadirkan semua massa, silakan dipanggil dan diperiksa secara terbuka,” tegasnya.(*)
| DPRK Jayawijaya Terusik Ketika Harga Beras Naik dan Disnakerindag Diam |
|
|---|
| Askab PSSI Jayawijaya Fokus Pembinaan Usia Muda, Siapkan Suratin dan Bupati-Wabup Cup 2025 |
|
|---|
| Kepala UPBU Wamena Dorong Pengelolaan Parkir Bandara dengan Sinergi Pemkab |
|
|---|
| Tim SAR Berhasil Temukan Dua Pemuda Tenggelam di Sungai Baliem Kabupaten Jayawijaya |
|
|---|
| Akses Jalan di Wamena Lumpuh Akibat Pemalangan, Warga Tagih Janji Pemkab Jayawijaya Atasi Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/osaodapsamsa756382.jpg)