Sabtu, 2 Mei 2026

Info YPMAK

YPMAK dan yayasan care Peduli Latih Petugas Kemandirian Kampung Sehat di Mimika

Beberapa kampung tahun depan sudah tidakbergantung pada layanan primer. Harapannya kampung dan masyarakat sudah lebih mandiri

Tayang:
Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
PELATIHAN - YPMAK gandeng mitra Yayasan Care Peduli gelar pelatihan Community Participation Kampung Sehat, di Hotel Swiss-Bellin, Mimika, Papua Tengah, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini untuk mendorong kemandirian kampung sehat.  
Ringkasan Berita:
  • Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme Kamoro (YPMAK) yang merupakan penyalur dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI)
  • YPMAK bersama Yayasan Care Peduli, menggelar pelatihan Community Participation bagi area dan koordinator petugas lapangan Program Kampung Sehat di Kabupaten Mimika. 
  • Selain itu juga melibatkan mitra YPMAK lainnya, yakni Yayasan Ekologi Papua (YEP), Yayasan Papua Lestari, dan Yayasan Rumsram.

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme Kamoro (YPMAK) yang merupakan penyalur dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Yayasan Care Peduli, menggelar pelatihan Community Participation bagi area dan koordinator petugas lapangan Program Kampung Sehat di Kabupaten Mimika. 

Baca juga: Program Kampung Sehat YPMAK Masuk Tahun Kedua Sasar 19 Desa

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Januari 2026, bertempat di Swiss-Belinn Hotel, Jalan Cenderawasih, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Selain Yayasan Care Peduli, pelatihan tersebut juga diikuti oleh lembaga mitra YPMAK lainnya, yakni Yayasan Ekologi Papua (YEP), Yayasan Papua Lestari, dan Yayasan Rumsram.

Project Manager Yayasan Care Peduli, Tengku Rodan, mengatakan, pelatihan Community Participation bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan staf lapangan dari mitra pelaksana Program Kampung Sehat, khususnya dalam melibatkan peran serta masyarakat kampung.

"Fokusnya bteman-teman lapangan bisa melibatkan masyarakat, tokoh kampung, tokoh agama, serta potensi lokal yang ada untuk mendorong kemandirian kampung, terutama dalam isu kesehatan," ujar Tengku Rodan.

Ia menjelaskan, YPMAK bersama Yayasan Care Peduli menargetkan agar pada tahun depan, sejumlah kampung yang saat ini masih mendapatkan layanan kesehatan primer secara langsung, sudah mampu mandiri.

Baca juga: Di Balik Senyum Masyarakat Mimika, Ada Perjuangan YPMAK yang Tak Kenal Lelah

"Target kami, beberapa kampung tahun depan sudah tidakbergantung pada layanan primer. Harapannya kampung dan masyarakat sudah lebih mandiri dan paham isu-isu kesehatan,"katanya.

Menurutnya, selama pelatihan tiga hari ini, para petugas lapangan seperti bidan dan perawat dibekali materi tentang cara mengidentifikasi potensi kampung, termasuk peran toko-toko dan komunitas lokal, agar dapat menjadi agen perubahan dalam isu kesehatan di tingkat kampung dan desa.

Baca juga: Pesan Sejuk Angel Henock di HUT YPMAK: Pemberdayaan Adalah Pelayanan yang Penuh Sabar

"Isu kesehatan itu bukan hanya soal mengobati, tapi bagaimana mendorong perubahan perilaku. Teman-teman Kampung Sehat bukan hanya datang memberi layanan, tetapi juga memberikan edukasi dasar tentang hidup sehat, pencegahan malaria, dan pola hidup bersih," jelasnya.

Materi pelatihan difokuskan pada pendekatan participatory learning and action, yakni pembelajaran yang melibatkan masyarakat secara aktif untuk belajar dan melakukan aksi bersama.

Baca juga: Pesan Penting YPMAK di HUT ke-6: Kesadaran Masyarakat Kunci Pembangunan

Tengku Rodan mengakui, pada tahun pertama pendampingan, partisipasi masyarakat belum terlihat signifikan. Namun di tahun kedua ini, diharapkan masyarakat tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek utama penggerak perubahan perilaku kesehatan.

"Harapannya di akhir tahun nanti kita bisa menilai kampung mana yang sudah mandiri dan memahami isu kesehatan. Dari 18 kampung dampingan, paling tidak ada dua hingga empat kampung yang bisa menjadi kampung mandiri dan menjadi pilot project," ungkapnya.

Baca juga: Fun Run YPMAK Jadi Momentum Perkuat Ikatan Masyarakat Mimika

Ia menambahkan, akses pelayanan kesehatan di Mimika sejatinya sudah cukup terbuka. Tantangannya adalah bagaimana masyarakat memahami pentingnya hidup sehat serta mengetahui langkah yang harus diambil ketika membutuhkan layanan kesehatan. (**) 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved