Rabu, 3 Juni 2026

Info YPMAK

Pendidikan Karakter Jadi Prioritas, Kedisiplinan hingga Pembinaan Rohani Diterapkan di SATP Mimika

Dari bangun pagi, melipat selimut, hingga antre makan, semua itu bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak dilatih disiplin sejak dari asrama

Tayang:
Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
PENDIDIKAN KARAKTER - Kepala Sekolah Taruna Papua (SATP) Mimika, Sonianto Kuddi, di SATP Jalan Sopoyono SP 4, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu (28/1/2026). Pendidikan Karakter Jadi Prioritas Utama, Disiplin hingga Pembinaan Rohani Diterapkan di SATP Mimika.  

Ringkasan Berita:
  • Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Mimika, merupakan sekolah berbasis asrama merupakan milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme Kamoro. 
  • Sistem pendidikan berasrama dan sekolah, (SATP) mulai dari kedisiplinan harian, pembiasaan hidup tertib, hingga pembinaan mental, rohani, dan psikologis bagi peserta didik.
  • Para siswa diwajibkan bangun pagi, merapikan tempat tidur, melipat selimut, serta mengikuti aturan disiplin lainnya. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere 

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA- Pendidikan karakter menjadi prioritas utama yang diterapkan dalam sistem pendidikan berasrama di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Mimika, milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme Kamoro. 

Sistem pendidikan berasrama dan sekolah, (SATP) mulai dari kedisiplinan harian, pembiasaan hidup tertib, hingga pembinaan mental, rohani, dan psikologis bagi peserta didik.

Baca juga: YPMAK dan yayasan care Peduli Latih Petugas Kemandirian Kampung Sehat di Mimika

Kepala Sekolah SATP Mimika, Sonianto Kuddi, menjelaskan,  pola pendidikan karakter yang diterapkan kepada lebih dari 1.170 siswa yang berada dalam satu kompleks pendidikan.

Pendidikan karakter dimulai sejak pagi hari di asrama. Para siswa diwajibkan bangun pagi, merapikan tempat tidur, melipat selimut, serta mengikuti aturan disiplin lainnya sebagai bagian dari pembentukan sikap tanggung jawab dan kemandirian. 

“Dari bangun pagi, melipat selimut, hingga antre makan, semua itu bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak dilatih disiplin sejak dari asrama,” ujar Sonianto, di SATP Mimika, Jalan Sopoyono, SP 4 Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, saat berangkat ke sekolah, siswa SD dan SMP diwajibkan berbaris satu baris dengan tangan di belakang menuju sekolah. 

Pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengingat jumlah siswa yang cukup besar dalam satu kawasan. 

Baca juga: Program Kampung Sehat YPMAK Masuk Tahun Kedua Sasar 19 Desa

Setibanya di sekolah, lanjut dia, siswa mengikuti apel pagi yang diisi dengan doa bersama serta penampilan per kelas. 

Setiap bulan, siswa diwajibkan menghafal lagu berbahasa Inggris secara bergantian dan menampilkannya saat apel pagi guna melatih kepercayaan diri dan menambah kosakata.

"Setelah apel pagi, siswa mengikuti program meditasi selama 15 menit di dalam kelas," terang Sonianto Pria asala Sulawesi Selatan. 

Baca juga: Di Balik Senyum Masyarakat Mimika, Ada Perjuangan YPMAK yang Tak Kenal Lelah

Program ini bertujuan untuk menenangkan diri, mengontrol emosi, serta membangun kesadaran hubungan dengan Tuhan sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.

"Melalui meditasi pagi, anak-anak dilatih mengontrol diri, memfokuskan energi, dan menyiapkan mental sebelum belajar," jelasnya.

Usai meditasi, siswa mengikuti program English in Live, yakni pembelajaran pelafalan bahasa Inggris melalui tayangan video yang direkam oleh siswa sendiri dan ditayangkan di YouTube. Program ini diperbarui setiap pekan dan wajib diikuti oleh seluruh kelas.

Baca juga: Pesan Sejuk Angel Henock di HUT YPMAK: Pemberdayaan Adalah Pelayanan yang Penuh Sabar

"Setelah itu, barulah siswa memasuki pembelajaran akademik seperti Matematika, IPA, dan mata pelajaran lainnya," jelasnya. 

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved