Sabtu, 9 Mei 2026

YPMAK

Ini Cara Unik Petugas Medis YPMAK Lindungi Warga Ararau Dari Malaria

"Untuk penaganan malaria itu kami tetap lakukan Layanan Temu Tuntas (LTT),  obat kami pegang dan setiap hari warga datang dan

Tayang:
Tribun-Papua.com
PROGRAM YPMAK - Nampak Divisi Monev Kesehatan YPMAK Kampung Sehat YPMAK memantau pelayanan program mereka untuk warga di Kampung Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh, Papua Tengah, Jumat (01/4/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Manfaat Nyata: Warga Kampung Ararau merasa sangat terbantu karena akses kesehatan kini lebih mudah dan cepat tanpa terkendala biaya transportasi.
  • Pelayanan Ekstra: Meski jam operasional resmi telah ditentukan petugas medis YPMAK tetap siaga memberikan penanganan darurat kapan pun dibutuhkan.
  • Penanganan Malaria: Tim medis melakukan jemput bola ke rumah warga untuk memastikan pasien disiplin meminum obat hingga tuntas guna menekan kasus malaria.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Warga Kampung Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh, menilai pelayanan Program Kampung Sehat yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Salah satu warga, Hendrikus Kimi, mengatakan pelayanan Kampung Sehat berlangsung setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.30 WIT. 

Namun, petugas tetap memberikan pelayanan di luar jam tersebut jika ada warga yang membutuhkan penanganan medis.

Baca juga: 17 Tahun Jadi Guru Honorer, Enos Worumboy Berharap Bisa Diangkat Jadi ASN

“Kalau ada masyarakat yang sakit kapan saja mereka layani,” ujarnya di Kampung Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (01/5/2026). 

Warga lainnya, Maria Kabarubun, mengaku kehadiran layanan Kampung Sehat sangat membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat kesehatan.

Menurutnya, meski bangunan puskesmas sudah tersedia di kampung tersebut, tenaga medis belum tersedia secara optimal sehingga warga masih sangat bergantung pada layanan dari YPMAK.

Ia juga menyebut penyakit yang sering dialami warga adalah malaria dan diare. Sebelum adanya petugas Kampung Sehat, warga kesulitan mengakses layanan kesehatan karena keterbatasan transportasi dan biaya, termasuk untuk membeli bahan bakar.

Baca juga: Peringatan Hardiknas 2026 di Jayapura Digelar Meriah meski Tanpa Anggaran Khusus dari Pemda

“Kalau tidak ada petugas kampung sehat, kami setengah mati. Tapi sekarang sangat membantu, jadi penyakit bisa cepat ditangani,” ungkapnya.

Kepala Kampung Ararau, Leander Maita, mengapresiasi pelayanan kesehatan yang diberikan, namun berharap adanya peningkatan dalam hal koordinasi dan penyampaian informasi kegiatan kepada pemerintah kampung.

“Saya berterima kasih atas kehadiran petugas dan layanan Kampung Sehat. Tapi kalau ada kegiatan, saya harap bisa diinformasikan kepada saya sebagai kepala kampung,” ujarnya.

Bidan Kampung Sehat YPMAK, Adina Tulhujjah, serta perawat Bernardeta Batlyayeri , menyampaikan bahwa pada dasarnya masyarakat Kampung yang datang hendak berobat biasanya langsung di basecamp Kampung Sehat. 

Baca juga: Hardiknas 2026, Anggota DPRK Jayawijaya Yomi Kogoya Apresiasi Tenaga Pengajar di Lembah Baliem

"Pelayanan kepada masyarakat setempat itu biasanya kami buka pada Pukul 09.00 hingga 17.30, namun kalau ada masyarakat yang butuh penanganan mendesak kita tetap layani, "ucap Bidan Adina Tulhujjah. 

Ia menyebutkan jenis penyakit yang mendominasi di kampung tersebut adalah malaria serta nyeri sendi, hal ini dikarenakan tingginya aktivitas masyarakat di luar rumah. 

"Untuk penaganan malaria itu kami tetap lakukan Layanan Temu Tuntas (LTT),  obat kami pegang dan setiap hari warga datang dan minum. Kalau tidak kami langsung ke rumah warga untuk memberi obat dan memastikan kepatuhan pasien agar tuntas minum obat malaria, " ucapnya.

Baca juga: Hardiknas: Pendidikan Anak-anak Papua Terjebak di Tengah Konflik Keamanan yang Terus Berulang

Sementara itu, tim monitoring dari Divisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kesehatan YPMAK turut hadir untuk meninjau langsung pelayanan di Kampung Ararau.

Staf Divisi Monev Kesehatan YPMAK, Frans Wabiser, melakukan peninjauan langsung dengan menanyakan berbagai aspek pelayanan, mulai dari pemeriksaan pasien, pemberian obat, hingga kendala yang dihadapi petugas di lapangan.

Ia juga menggali informasi terkait pelayanan tambahan seperti pemberian makanan tambahan serta jarak pelayanan dari base camp ke lokasi warga.

Kepala Divisi Monev Kesehatan YPMAK, Riana Wadibar, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung dampak program terhadap masyarakat.

Baca juga: Hardiknas 2026, Kadis Pendidikan Sarmi Soroti Kesejahteraan Guru dan Program Revitalisasi Sekolah

“Kami ingin melihat bagaimana dampak layanan dari mitra kepada masyarakat, apakah benar-benar membantu dan bagaimana hubungan tenaga kesehatan dengan warga di kampung,” ujarnya.

Riana menambahkan, pihaknya juga menilai capaian target layanan, seperti jumlah pemeriksaan kesehatan, kegiatan edukasi, serta tingkat pemahaman masyarakat terhadap pola hidup sehat.

Sekadar informasi, bangunan Kampung Sehat YPMAK di Ararau telah berdiri sejak 2016. Pada tahun 2026, layanan kesehatan di kampung tersebut didukung oleh tenaga medis yang terdiri dari bidan Adina Tulhujjah, serta perawat Bernardeta Batlyayeri, Anselmus Katakanlah, dan Enggelbertus Yari.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved