YPMAK
Kisah Modestus Anak Kamoro Raih Beasiswa YPMAK Hingga Bermimpi ke Jepang
Anak asli Kamoro asal Kampung Akar ini harus melewati berbagai tantangan sejak kecil sebelum akhirnya memperoleh kesempatan
Ringkasan Berita:
- Asal & Beasiswa: Modestus, anak asli Kamoro (Mimika), berhasil kuliah lewat beasiswa YPMAK PT Freeport Indonesia.
- Perjuangan Sekolah: Sempat terkendala akses pendidikan dan sakit, ia gigih menyelesaikan sekolah hingga lulus SMK.
- Prestasi Nasional: Kini kuliah di Politeknik Kelautan Perikanan dan sukses meraih Medali Emas Olimpiade PPKN Nasional.
- Impian Masa Depan: Fokus belajar bahasa Jepang demi mengejar impian kuliah dan belajar ke Jepang.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Di tengah keterbatasan akses pendidikan di wilayah pesisir Mimika, Provinsi Papua Tengah, semangat Modestus Arpikini untuk terus sekolah tidak pernah padam.
Anak asli Kamoro asal Kampung Akar ini harus melewati berbagai tantangan sejak kecil sebelum akhirnya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
YPMAK sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) selama ini terus membuka akses pendidikan bagi anak-anak Amungme dan Kamoro melalui kerja sama dengan sekolah negeri, swasta hingga sekolah kedinasan di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Serui-Jayapura Juni 2026, Harga Tiket KM Ciremai Dibanderol Rp242 Ribu
Modestus Arpikini lahir di Kampung Akar pada 17 Maret 2005. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa tingkat remaja pada Program Studi Agribisnis Perikanan (AGP).
Selain aktif menempuh pendidikan, ia juga pernah menorehkan prestasi dengan meraih juara 1 mata pelajaran PPKN.
Perjalanan pendidikan Modestus dimulai dari SD di Kampung Akar. Setelah itu, ia harus melanjutkan pendidikan SMP YPPK Le Cocq D’Armandville Kokonao yang jaraknya cukup jauh dari kampung halamannya.
Selama bersekolah di Kokonao, Modestus tinggal di asrama dengan fasilitas makan tiga kali sehari. Kehidupan asrama dan lingkungan sekolah menjadi pengalaman baru baginya.
Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Idul Adha Penuh Makna, Bisa Dibagikan di Medsos
“Kami dapat fasilitas asrama dan makan tiga kali sehari. Karena di sana Katolik, kami juga ibadah bersama,”ujarnya saat zoom meeting bersama media, di Kantor YPMAK, Jalan Yosudarso, Mimika, Senin (25/5/2026).
Setelah menempuh pendidikan di SMP, Modestus melanjutkan sekolah di SMK Tunas Bangsa Pariwisata Timika. Namun di tengah perjalanan sekolah, ia mengalami sakit yang membuat aktivitas belajarnya terganggu.
Kondisi kesehatan yang menurun membuat dirinya beberapa kali terlambat makan hingga akhirnya memutuskan untuk pindah sekolah demi melanjutkan pendidikan.
“Saya sempat sakit cukup lama waktu sekolah. Akhirnya saya pindah sekolah supaya bisa lanjut,” katanya.
Baca juga: Ada KM Gunung Dempo, Cek Jadwal Kapal Pelni Nabire-Jayapura Juni 2026
Modestus kemudian melanjutkan pendidikan di SMK St. Yohanis Don Bosco Timika dan mengambil jurusan Teknik Jaringan Komputer. Di sekolah tersebut, ia berhasil menyelesaikan pendidikan hingga lulus.
Setelah tamat SMK, Modestus mengaku sempat tidak memiliki keinginan untuk kuliah. Ia berpikir ingin kembali ke kampung dan mencari pekerjaan untuk membantu keluarga.
“Saya pikir abang saya sudah kuliah di Jogja dan adik saya juga sekolah. Saya mau kembali ke kampung cari kerja bantu orangtua,” ujarnya.
Namun jalan hidup berkata lain. Namanya kemudian diajukan oleh suster pembina kepada YPMAK untuk mengikuti program beasiswa pendidikan.
Baca juga: Salat Iduladha di Manokwari Bakal Digelar hingga Dalam Lapas
“Karena kehendak Tuhan akhirnya saya diterima kuliah,” katanya.
Kesempatan pertama kali bepergian jauh dari Papua menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Modestus. Ia mengaku bingung sekaligus sedih saat harus meninggalkan orangtua dan kampung halaman.
“Saya pertama kali naik pesawat itu bingung dan sedih karena harus tinggal orangtua,” ungkapnya.
Kini Modestus menjalani pendidikan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, di Jalan Raya Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur dengan sistem sekolah kedinasan dan tinggal bersama mahasiswa lainnya di asrama kampus.
“Sampai di sana saya belum tahu kampus apa, tapi saya ikut saja. Kami tinggal di asrama kampus,” katanya.
Baca juga: Pastor John Bunay Sebut Film ‘Pesta Babi’ Buka Aib Papua: Gereja Dukung Masyarakat Adat Tolak PSN
Meskipun baru satu tahun menempuh pendidikan, taruna tingkat satu tersebut berhasil meraih Medali Emas Juara 1 Olimpiade PPKN Tingkat Nasional.
Walaupun kini dirinya jauh dari keluarga, Modestus tetap berusaha menyesuaikan diri dan fokus mengejar masa depan.
Saat ini ia tengah serius mempelajari bahasa Jepang dengan harapan dapat melanjutkan pendidikan maupun memperoleh kesempatan belajar ke Jepang.
“Sekarang saya fokus belajar bahasa Jepang untuk lanjut ke Jepang,” tuturnya.
Ia pun berterimakasih kepada YPMAK yang telah memberikan kesempatan kepadanya. Dia bertekad untuk membanggakan YPMAK dan Papua.
Baca juga: Kisah Sadio Mane Menginspirasi Anak Muda Papua, Disebut Punya Kemiripan dengan Boaz Solossa
"Saya berterima kasih kepada YPMAK yang telah membiayai kami di sini, untuk teman-teman di Timika kita harus mampu dan meraih mimpi, jangan pernah takut, "ucapnya.
Bagi Modestus, pendidikan menjadi jalan untuk mengubah masa depan dan membuktikan bahwa anak-anak asli Kamoro juga mampu bersaing serta meraih mimpi di luar Papua.(*)
Tribun-Papua.com
Direktur Utama YPMAK
YPMAK
Direktur YPMAK
Beasiswa YPMAK
Deputi Monev YPMAK
YPMAK Peduli
Info YPMAK
Presdir PTFI
PT Freepot Indonesia (PTFI)
| Warga Potowaiburu Mimika Sukses Olah Hasil Jaring Bantuan YPMAK Menjadi Ikan Asin |
|
|---|
| 980 Warga Aikawapuka Terbantu Program Kampung Sehat YPMAK |
|
|---|
| Sekdist Mimika Barat Jauh Sebut Program YPMAK Bantu Warganya di Wilayah Terpencil |
|
|---|
| Masyarakat Boiya di Kaimana Minta YPMAK Berantas TB dan Hadirkan Beasiswa |
|
|---|
| Tingginya Mobilisasi Warga Jadi Pemicu Utama Kasus Malaria di Kampung Wumuka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ypamsaanakpintar23.jpg)