Kerusuhan di Papua

Deklarasi Damai Digelar di Jayapura Dihadiri Gubernur Papua, Kapolri hingga Panglima TNI

Kamis (8/9/2019) malam, deklarasi damai sudah dilakukan oleh 34 komponen masyarakat se-Kota Jayapura.

Deklarasi Damai Digelar di Jayapura Dihadiri Gubernur Papua, Kapolri hingga Panglima TNI
(KOMPAS.com/DHIAS SUWANDI)
Pembacaan Deklarasi papua Damai yang dilakukan oleh ketua MRP Timotius Murib (Kiri), di Kota Jayapura, Papua, Kamis (5/09/2019) 

TRIBUNPAPUA.COM, JAYAPURA - Proses pemulihan pasca kerusuhan di Kota Jayapura, Papua, terus berjalan dalam tempo yang cukup cepat.

Delapan hari pasca kerusuhan, yakni pada Kamis (8/9/2019) malam, deklarasi damai sudah dilakukan oleh 34 komponen masyarakat se-Kota Jayapura.

Deklarasi dilakukan di hadapan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Dari unsur agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua terus mendorong agar nuansa dikotomi dihilangkan.

FKUB juga meminta semua pihak berpikir sebagai sebuah kesatuan di bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bupati Pekalongan Janjikan Beasiswa untuk Pelajar Asal Papua yang Sekolah di Wilayahnya

"Jangan ada lagi kelompok nusantara, jangan ada lagi kelompok orang asli Papua, kita ini satu, semua warga Indonesia," cetus Ketua FKUB Papua Pendeta Lipius Biniluk, di Jayapura, Jumat (6/9/2019).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun mengingatkan bahwa proses pembangunan suatu daerah atau bahkan sebuah negara tidak akan berjalan optimal bila situasi keamanan tidak kondusif.

Untuk itu, dia meminta seluruh komponen dan elemen masyarakat di Papua dapat bahu-membahu untuk mengendalikan masyarakat.

"Modal terpenting bagi semua komunitas untuk membangun bukan lah sumber daya alam, sumber daya manusia iya, tapi stabilitas keamanan adalah yang terpenting," kata Tito.

Hingga Jumat Sore Layanan Data Belum Juga Tersedia, Warga Jayapura Papua Tagih Kejelasan Kominfo

Waktunya saling memaafkan

Bekas luka yang tertinggal pasca kerusuhan 29 Agustus 2019, dipastikan belum hilang.

Halaman
1234
Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved