ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Kerusuhan di Papua

Banyak Warga Jabar yang Pilih Bertahan di Papua, Hidupkan Ekonomi dan Bangun Wamena Pasca-kerusuhan

Reggi pun belum dapat memastikan berapa jumlah warga Jabar yang memilih tidak pulang ke kampung halaman tersebut.

Editor: Sigit Ariyanto
HANDOUT
Pembersihan puing kerusuhan di Pasar Wouma, Wamena, oleh personel TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya bersama polisi dan masyarakat, Jumat (4/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNPAPUA.COM, BANDUNG - Pasca-kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa waktu lalu, proses evakuasi warga yang ingin pulang kembali ke kampung halaman masih terus dilakukan.

Kendati demikian, tak semua warga pendatang ingin kembali ke daerah asal.

Banyak di antara mereka yang justri memilih tinggal di Wamena setelah kondisi yang mulai kondusif.

Ketua Operasional Jabar Quick Respons, Reggi K Munggaran, mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan di lokasi pengungsian di Gedung BTN Sosial, Jayapura.

Sementara ini, pihaknya mencatat ada 77 orang yang berada di lokasi pengungsian mulai dari orang dewasa dan anak-anak.

Reggi mengatakan pihaknya belum dapat mendata berapa jumlah warga Jabar yang akan dipulangkan pada gelombang kedua.

Warga Jabar di Wamena akan Pulang dalam 2 Gelombang, Ada yang Trauma hingga Kena Bacok di Kepala

Terlebih beberapa di antaranya memilih untuk tinggal di Papua.

Reggi pun belum dapat memastikan berapa jumlah warga Jabar yang memilih tidak pulang ke kampung halaman tersebut.

"Kerena warga Jabar banyak yang memilih tinggal di sana menghidupkan ekonominya, membangun Wamena bersama warga di sana, kerja bakti dan solidaritas warga Wamena sangat hebat. Banyak memilih tinggal lebih banyak dibanding pulang," katanya.

433 Perantau Minang di Papua Pulang ke Sumatera Barat, 309 Lainnya Masih di Wamena Mulai Bekerja

Sementara itu, pemulangan ratusan warga asal Jawa Barat di Wamena, Papua, akan dilakukan dalam dua tahap atau gelombang.

Selain mereka yang menginginkan kembali ke Jawa Barat, banyak di antaranya yang memilih bertahan Tanah Papua.

Untuk tahap pertama sebanyak 54 orang warga Jabar yang berada di Wamena akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing, Selasa (8/10/2019).

"Masih ada yang datang dari Wamena, datanya masih update terus ya. Tapi yang dipastikan akan pulang itu sekitar 54 orang, itu rencananya selasa pulang. Kita prioritaskan kelompok rentan, perempuan, ibu hamil, lansia, anak kecil, difabel," ujar Reggi saat dihubungi, Minggu (6/10/2019).

 Ekonomi di Wamena Mulai Menggeliat Pascarusuh, Namun Harga Makanan Mahal, 1 Ekor Ayam Rp600 Ribu

Adapun warga yang memilih dievakuasi untuk kembali ke Jabar, sebagian mengalami trauma setelah terjadi konflik sosial di Wamena.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved