Lurah Jelambar Dicopot Anies Baswedan, Buntut dari Perintahkan Pegawai Honorer Nyemplung Got

Anies Baswedan akhirnya memberhentikan Lurah Jelambar dan beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan pegawai honorer kategori (K-2) berendam di got.

Lurah Jelambar Dicopot Anies Baswedan, Buntut dari Perintahkan Pegawai Honorer Nyemplung Got
TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpidato pada acara Awarding Night Padmamitra+ Awards 2019 di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019). Padmamitra Awards merupakan penghargaan pemerintah terhadap badan usaha yang telah menyelenggarakan CSR di bidang kesejahteraan sosial. 

TRIBUNPAPUA.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya memberhentikan Lurah Jelambar dan beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan pegawai honorer kategori (K-2) berendam di got air kotor.

Kegiatan ini diduga terkait syarat perpanjangan masa kontrak kerja pegawai honorer.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Hadiah, Blok A, Jelambar, Jakarta Barat pada pekan lalu.

Mengetahui peristiwa ini, Anies Baswedan langsung menginstruksikan Inspektorat Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pemeriksaan.

Adapun peristiwa ini melibatkan lurah dan sekretaris keluarahan Jelambar.

Selain itu juga kepala seksi pengadaan perpanjangan kontrak.

"Lurahnya langsung dinonaktifkan. Semua yang terlibat langsung diperiksa dan statusnya nonaktif ya," kata Anies di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/12/2019), dilansir dari Kompas.com.

Ini Kata Anies Baswedan soal Anthony Winza Dilaporkan karena Ungkap Anggaran Komputer DKI Rp 128,9 M

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor Lurah Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Minggu (15/12/2019).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor Lurah Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Minggu (15/12/2019). (KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Mantan Menteri Pendidikan itu mengatakan adanya peristiwa tes lapangan sebagai syarat perpanjangan kontrak kerja dengan masuk ke got atau selokan tersebut menjadi pelajaran untuk semua pihak.

Proses seleksi pegawai honorer sebaiknya dilakukan dengan cara yang beradab dan semestinya.

"Kebiasaan-kebiasaan apa pun ya, yang dilakukan di mana pun, walaupun sudah berkali-kali, kalau itu tidak menjaga prinsip keberadaban, maka tidak boleh dilaksanakan dan akan diberi sanksi," lanjut Anies.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved