Breaking News:

Warga Kaget Temukan seorang Ibu Tewas Tersetrum saat Banjir, sang Bayi Nyaris Jatuh ke Air

Nasib malang menimpa bayi lelaki berusia 4 bulan. Sang ibu meninggal dunia tersetrum di rumahnya saat banjir melanda.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kompresor kulkas di rumah Nurjanah (37) yang diduga menjadi sumber sengatan listrik yang menewaskan korban. 

Saat perjalanan balik, katanya, petugas harus melawan arus air yang cukup deras sehingga memerlukan tenaga ekstra.

 Viral Video Sejumlah Mobil Terseret Banjir di Ciledug Tangerang, Warga Teriak: Yah Hanyut

Zaini menambahkan, ayahnya langsung dilarikan k Rumah Sakit Budi Asih untuk penanganan lebih lanjut.

Selain itu, Zaini juga mengungkapkan, kedua orangtuanya di saat banjir hanya berdua.

"Mereka hanya berdua. Tinggal bersama kakak saya, tapi kakak saya pergi ke Bandung ajak anaknya jalan-jalan liburan sekolah dan tahun baru," ungkapnya.

Kendati demikian, sebelum peristiwa banjir tersebut, kedua orangtuanya dalam kondisi sehat.

Hanya saja, sudah tidak terlalu kuat berjalan karena faktor usia.

Lansia Tenggelam

Kompleks Perumahan Purna Dharma Caraka, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat terendam banjir setinggi 160 sentimeter.

Akibatnya, seorang warga bernama Marwiyah (65) dibawa ke Unit Gawar Darurat (UGD) RS Permata Hijau.

"Tadi ada korban ibu-ibu satu dibawa ke UGD, tenggelam," kata tetangga korban bernama Hari Malik (59) kepada Kompas.com di lokasi, Rabu (1/1/2020) Hari mengatakan, petistiwa itu terjadi pada pagi hari pukul 06.00 WIB.

Air begitu cepat masuk ke rumah mereka sehingga korban tak sempat menyelamatkan diri.

Beruntung, nyawa Marwiyah masih bisa diselamatkan meski haru menjalani pengobatan di rumah sakit tersebut.

 Banjir Tak Hanya Terjadi di Jakarta, BMKG Minta Publik Waspadai Cuaca Ekstrem

Hari juga mengatakan, banjir kali ini adalah banjir tertinggi yang pernah terjadi di komplek tersebut.

"Terakhir itu Februari tahun kemarin, 2019. Itu cuma sebetis," ucap Hari.

Ia juga mengatakan, saat kejadian, dari Kelurahan Sukabumi Utara datang memberi bantuan berupa perahu karet untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak.

Namun, dari pihak kelurahan, belum ada keterangan terkait lokasi pengungsian bagi mereka yang terdampak banjir.

Sementara itu, Rio Brando (417) warga lainya, mengatakan, kejadian yang begitu cepat membuat warga tak sempat mempersiapkan diri dan melematkan barang-barang mereka.

"Itu lihat tuh mobil saja terendam, ada tiga mobil yang terendam," kata Rio.

Pasca-kejadian, Rio berusaha kembali ke rumahnya untuk mengambil barang-barang ia bisa selamatkan.

Namun, air yang mencapai setinggi lehernya membuat ia hanya bisa mengambil barang di rumah.

"Iya segini (sambil menunjuk leher) 160 cm lebihlah tingginya," ujar Rio.

Pemukiman warga di Pondok Gede, Jakarta Timur, terendam banjir, Rabu, 1 Januari 2020
Pemukiman warga di Pondok Gede, Jakarta Timur, terendam banjir, Rabu, 1 Januari 2020 (TMC Polda Metro Jaya)

 Banjir Rendam Jakarta, Anies Baswedan: 4 Orang Meninggal Dunia

Berdasarkan pantauan Kompas.com, air yang merendam kawasan tersebut memang sangat tinggi.

Terlihat sebuah mobil yang terparkir di deretan rumah itu hanya tersisa beberapa sentimeter di bagian atapnya.

Warga yang tinggal di perumahan itu tampak berkumpul di sebuah warung di pinggir jalan dekat perempatan Pos Pengumben.

(TribunJakarta/ Siti Nawiroh/ Gerald Leonardo Agustino)(Kompas.com/ Baharudin Al Farisi/  Jimmy Ramadhan Azhari)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Ibu Meninggal Tersetrum saat Banjir, Bayinya Ditemukan Warga Hampir Bernasib Sama dengan Korban, Kompas.com dengan judul "Cerita Anak Pasangan Lansia: Dengar Ayah Minta Tolong dan Ibu Ditemukan Tewas Saat Banjir" dan "Banjir di Kebon Jeruk, Seorang Lansia Dibawa ke UGD karena Tenggelam"

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved