Jokowi Ingatkan Prabowo Tak Boleh Ada Mark Up Anggaran Kemhan: Harus Efisien, Bersih
Presiden Joko Widodo mengingatkan Kementerian Pertahanan merupakan kementerian dengan anggaran terbesar.
TRIBUNPAPUA.COM - Presiden Joko Widodo mengingatkan Kementerian Pertahanan merupakan kementerian dengan anggaran terbesar.
Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk hati-hati dan menggunakan anggaran sebesar Rp 127 triliun itu dengan sebaik-baiknya.
• Prabowo Dikritik soal Kunjungan Kerja ke Luar Negeri, Jokowi Beri Pembelaan
"Perlu saya informasikan Kementerian Pertahanan mendapatkan alokasi APBN terbesar sejak 2016 sampai sekarang," kata Jokowi dalam sambutannya pada rapat pimpinan Kementerian Pertahanan 2020, Kamis (23/1/2020) pagi.
"Tahun 2020 sekitar 127 Triliun rupiah. Hati-hati penggunaan ini."
"Harus efisien, bersih, tak boleh ada mark up-mark up lagi," ujar dia.
Jokowi pun meyakini Prabowo adalah orang yang detail mengenai urusan anggaran ini.
• Masa Lalu Prabowo Subianto Disinggung PKS saat Kritik Kunker Luar Negeri: Kok Tipis Telinga?
Ia mengaku tahu persis karena kerap berdiskusi dengan rivalnya pada Pilpres 2014 dan 2019 lalu itu terkait anggaran alutsista.
"Berkali kali dengan saya, hampir hapal di luar kepala. Aman urusan Rp 127 triliun ini," kata Jokowi.
Jokowi juga mengingatkan, yang terpenting anggaran besar ini harus digunakan untuk mendukung industri pertahanan dalam negeri.
Bela Prabowo soal Kunjungan Kerja ke Luar Negeri
Presiden Joko Widodo membela Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang tengah dirundung kritik terkait kunjungan kerjanya ke sejumlah negara.
Jokowi menegaskan, kunjungan kerja yang dilakukan Prabowo adalah dalam rangka diplomasi pertahanan.
• Kritik Kunjungan Kerja Prabowo ke 7 Negara, PKS Ingatkan Pesan Jokowi
"Kalau ada yang mempertanyakan Pak Menhan pergi ke sebuah negara, itu adalah dalam rangka diplomasi pertahanan kita, bukan yang lain-lain," kata Jokowi dalam sambutannya pada rapat pimpinan Kementerian Pertahanan 2020, Kamis (23/1/2020) pagi.
Selain diplomasi, Jokowi menyebut kunjungan Prabowo ke berbagai negara itu juga dalam rangka melihat alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang akan dibeli oleh Indonesia.
"Bagus atau tidak bagus. Benar atau tidak benar. Bisa digunakan atau tidak bisa digunakan, semua dicek secara detail," ucap Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-jokowi-11.jpg)