ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Penjaga Pasien Virus Corona di Hong Kong Diundi, Perawat Ini Mengaku Justru Senang karena Hal Ini

Wabah Virus Corona membuat kepanikan dan ketakutan bagi para masyarakat di seluruh dunia khususnya negara dekat China.

Xinhua
Tim medis China menyebutkan pasien virus corona tidak selalu menunjukkan gejala telah terjangkit virus. 

Ia merasa aneh karena menurutnya masker digunakan saat dibutuhkan, bukan dijatah.

Cheung mengaku menyaksikan seorang rekan kerjanya yang ditegur karena menggunakan masker.

Rekan kerja Cheung ditegur dengan alasan akan menyebabkan rasa takut dan panik para pasien di rumah sakit tersebut.

"Kenapa masker dijatah, dan tidak digunakan saat dibutuhkan?" kata Cheung.

UPDATE Virus Corona, 106 Orang Meninggal dan Korban Terjangkit Naik 2 Kali Lipat, Capai 4.515 Kasus

Pemerintah Hong Kong Bantah Tuduhan Menimbun Masker

Permintaan masker di China semakin meningkat seiring bertambahnya kasus dan kematian karena wabah Virus Corona.

Hong Kong termasuk wilayah yang mengalami kenaikan permintaan masker untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

Dikutip TribunWow.com dari scmp.com, Senin (27/1/2020), di tengah tingginya permintaan masker muncul tuduhan dari sebuah media lokal terkait penimbunan stok masker yang ditujukan kepada pemerintah Hong Kong.

Perdana Menteri China Li Keqiang mengarahkan upaya pencegahan terhadap Virus Corona dan bertemu dengan pasien serta staf medis di Wuhan.
Perdana Menteri China Li Keqiang mengarahkan upaya pencegahan terhadap Virus Corona dan bertemu dengan pasien serta staf medis di Wuhan. (scmp.com)

Wabah Virus Corona, Menkes Terawan: Virus Lawannya Hanya Imunitas

Penimbunan tersebut disebut membuat harga masker semakin tinggi dan langka.

Pemerintah Hong Kong dituduh menyimpan masker untuk kepentingan sendiri.

Sekretaris Kepala Hong Kong Matthew Cheung Kin-chung membantah tuduhan tersebut.

Ia mengatakan Departemen Kesehatan dan Rumah Sakit Hong Kong masih memiliki stok masker yang cukup untuk 3 bulan ke depan.

Pemerintah Hong Kong mengatakan pihaknya memang menyimpan stok 10 juta masker, namun hal tersebut digunakan untuk keperluan operasional Departemen Kesehatan dan Rumah Sakit.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam telah mengumumkan bahwa Hong Kong berada di status darurat menanggapi wabah Virus Corona.

Carrie Lam bahkan sempat meminta kepada pemerintah China untuk memberikan bantuan masker.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved