Breaking News:

KKB Papua

Minta ASN Bertahan di Beoga Pasca-penembakan KKB, Bupati Puncak: Sampai Kondisi Aman Baru Keluar

Bupati Puncak Willem Wandik meminta aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai kontrak untuk tetap bertahan di Distrik Beoga.

Editor: Astini Mega Sari
Tribunnews.com/istimewa
Bupati Puncak Papua Willem Wandik - Bupati Puncak Willem Wandik meminta aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai kontrak untuk tetap bertahan di Distrik Beoga. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Situasi keamanan di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, sedang tak kondusif akibat gangguan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kendati demikian, Bupati Puncak Willem Wandik meminta aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai kontrak untuk tetap bertahan di Distrik Beoga.

"Saya berharap ASN dan semuanya tetap berada di Beoga sampai kondisi aman baru saya izinkan keluar, karena selaku Bupati Puncak akan mengizinkan mereka selama dua atau tiga pekan meninggalkan tempat tugas, " kata Bupati Wandik seperti dikutip dari Antara, Selasa (13/4/2021).

Menurutnya, warga belum bisa keluar dari Distrik Beoga karena terkendala transportasi.

Baca juga: Kapolda Papua Janji Bakal Kejar dan Tangkap KKB: Aparat Tidak akan Mundur Selangkahpun

Namun, jika situasi kondusif, Pemkab Puncak akan memfasilitasi mereka keluar dari wilayah itu.

"Mereka memang membutuhkan pemulihan trauma dengan mengizinkan keluar sementara dan kembali lagi bertugas ke Beoga karena masyarakat sangat membutuhkan pelayanan mereka," kata Bupati Wandik.

Stok Makanan Menipis

Kapolsek Beoga Ipda Ali Akbar menuturkan kondisi distrik tersebut belum kondusif akibat ulah KKB pimpinan Sabinus Waker.

Ali Akbar khawatir dengan stok makanan di wilayah itu.

Menurutnya, sejak KKB berulah, toko yang menjual bahan makanan tak berani buka di Beoga.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved