Breaking News:

KKB Papua

Ingin Dengar Aspirasi KKB, Polri Kumpulkan 4 Kepala Daerah Papua yang Wilayahnya Masih Rawan Teror

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan aparat penegak hukum ingin mendengarkan aspirasi kelompok teroris KKB Papua.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/2/2018). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan aparat penegak hukum ingin mendengarkan aspirasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Diketahui, di 4 kabupaten di Papua masih rawan dengan adanya operasi 9 kelompok teroris KKB Papua.

Keempat kabupaten itu adalah Intan Jaya, Puncak, Nduga dan Mimika.

Menurut Argo, pihaknya telah mengumpulkan kepala daerah di empat wilayah yang masih rawan tersebut untuk mendengarkan aspirasi dari KKB Papua.

Baca juga: Ada Sembilan KKB Papua Aktif Tersebar di Empat Kabupaten, Polri Buka Dialog untuk Dengarkan Aspirasi

"Kemarin sudah kita kumpulkan, kita ajak dialog. Ada bapak bupati, para bupati yang kira-kira rawan terhadap KKB. Bupati ini kita ajak, kita ajak dialog, kita tanya apakah permasalahan yang ada di sana. Apa yang dimau oleh masyarakat itu apa, terutama KKB," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/5/2021).

Ia menyampaikan aspirasi dari kepala daerah tersebut telah disampaikan kepada Panglima TNI dan Kapolri.

Nantinya, aspirasi tersebut akan diteruskan kepada presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Intinya bahwa para bupati itu kita ajak, kita dialog kita ajak ngomong untuk menyelesaikan masalah. Jadi siapa tahu nanti dari kelompok yang ada di Papua sana bisa turun dan dia bergabung membangun Papua lebih baik," pungkasnya.

Sebelumnya, Kabaintelkam Komjen Pol Paulus Waterpauw membeberkan identitas kelompok teroris KKB Papua yang masih aktif melakukan teror di tanah berjuluk mutiara hitam tersebut.

Paulus mencatat sedikitnya 9 kelompok teroris KKB Papua yang masih aktif. Namun, ada pula kelompok-kelompok yang telah memutuskan tidak aktif melakukan aksi gangguan keamanan di Papua.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved