Bantu 6 Oknum TNI AL yang Aniaya Warga hingga Tewas, Pria Ini Diciduk Polisi

Seorang warga sipil, berinisial R (45), ditangkap Polisi Resor (Polres) Purwakarta terkait kasus pembunuhan yang melibatkan enam oknum anggota TNI AL.

Thisiswhyimbroke.com/Tihk|Patent Pending
Ilustrasi penangkapan - Seorang warga sipil, berinisial R (45), ditangkap Polisi Resor (Polres) Purwakarta terkait kasus pembunuhan yang melibatkan enam oknum anggota TNI AL. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang warga sipil, berinisial R (45), ditangkap Polisi Resor (Polres) Purwakarta terkait kasus pembunuhan yang melibatkan enam oknum anggota TNI AL.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Purwakarta AKP Fitran Romajimah menuturkan R ditangkap pada 15 Juni 2021.

Ia ditangkap saat sedang berada di tempat pencucian kendaraan tepatnya di Kel. Munjul Jaya Kec. Purwakarta, Kab. Purwakarta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, R berperan membantu meminjamkan kendaraan dan mengantar enam oknum anggota TNI AL menjemput dan menganiaya korban.

Baca juga: 6 Oknum TNI AL Sembunyikan Jasad Warga Sipil yang Dikeroyoknya, Terancam Penjara 10 Tahun

Salah satu korban bernama Fransisco Manalu, yang mereka tuduh telah mengambil mobil milik orangtua pacar dari salah satu anggota TNI AL tersebut. 

"Perannya turut serta dalam membantu memberikan sarana kesempatan sehingga perbuatan terjadi terjadi. (Peran R) kendaraan roda empat, digunakan untuk menjemput korban," kata Fitran melalui pesan singkat ke Kompas.com, Senin (21/6/2021).

Selain R, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu unit kendaraan roda empat, dua buah cangkuk, dan satu unit telepon genggam.

Diberitakan sebelumnya, enam oknum anggota TNI AL melakukan tindakan tidak terpuji dengan menculik dan mengeroyok dua warga di Purwakarta, Jawa Barat, pada 29 Mei 2021. Akibatnya, satu orang meninggal dunia.

Keterangan mengenai kasus ini disampaikan langsung Komandan Puspomal Laksamana Muda TNI Nazali Lempo saat konferensi pers Kantor Pusat Militer AL, Jakarta, Jumat (18/6/2021).

Nazali menyebutkan, awal kejadian ini yakni gara-gara orangtua calon istri salah satu oknum prajurit mengadu kehilangan mobil.

Oknum prajurit TNI AL yang bertugas di Polisi Militer AL tersebut kemudian berinisiatif membantu mencari mobil milik keluarga calon istrinya.

Baca juga: Video KKB Papua Kocar-kacir saat Baku Tembak dengan TNI-Polri di Bandara Aminggaru

Oknum tersebut melibatkan lima temannya di TNI AL yang pada waktu itu tengah berlatih sebagai atlet dayung di kawasan Purwakarta.

Tak berapa lama, pelaku berhasil ditemukan. Enam anggota TNI tersebut membawa dua orang warga yang diduga pelaku pencurian mobil ke Wisma Atlet Purwakarta.

Menurut Nazali, anggotanya saat itu mungkin lepas kendali dan emosi saat interogasi, sehingga melakukan penganiayaan.

"Mungkin di luar kendali juga anggota kita mungkin lepas emosi, untuk menekan (warga) mungkin saat kejadian itu, sehingga terjadi tindakan yang di luar batas. Sehingga salah satu anggota masyarakat meninggal dunia. Anggota kita mungkin panik sehingga belum sempat melaporkan kejadian tersebut, " kata Nazali, dikutip dari KompasTV, Jumat (18/6/2021).

Tindakan penganiayaan tersebut membuat satu dari dua warga yang dibawa ke Wisma Atlet meninggal.

Namun, oknum TNI malah menyembunyikan mayat warga dan tak sempat melaporkan kejadian ke atasan. Kemudian, akhirnya melaporkan kejadian itu sehingga terungkaplah kasus ini. (*)

Berita tentang TNI lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bantu Antar 6 Anggota TNI AL Aniaya 2 Warga Sipil, Pria Ini Ikut Ditangkap Polisi"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved