Senin, 4 Mei 2026

Tuding Pemakaman Covid-19 Settingan, Pemuda Ini Dijemput agar Ikut Makamkan Jenazah Terpapar

Seorang pemuda bernama nama Wildan Mustofa di Kecamatan Kerjo, Karanganyar, Jawa Tengah, diajak oleh relawan pemulasaraan jenazah Covid-19.

Tayang:
Istimewa Komandan Markas SAR Karanganyar Arief Sukro Yulianto
Wildan Mustofa saat mengikuti kegiatan pemulasaraan jenazah pada Senin (12/7/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang pemuda pengguna Facebook atas nama Wildan Mustofa di Kecamatan Kerjo, Karanganyar, Jawa Tengah, diajak oleh relawan pemulasaraan jenazah Covid-19 untuk mengikuti kegiatannya.

Hal ini karena komentar yang ia ungkapkan di akun Facebooknya.

Di saat ada relawan SAR yang meninggal akibat Covid-19, akun Wildan itu bukannya bersimpati tapi malah mengejek dan mengatakan kabar itu setingan belaka.

"Settingan yang bagus. Selamat kalian semua kena prank," tulis Wildan.

Baca juga: Pungli Rp 4 Juta Makam Jenazah Covid-19 Bukan Petugas, Polisi: Ibu YT Deal Sendiri dengan Warga

Tak terima terhadap komentar tersebut, para relawan menemui sang pemilik akun di rumahnya.

Wildan Mustofa ditangkap di rumahnya pada Senin (12/7/2021).

Setelah itu dibawa ke Polsek Kerjo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menurut Komandan Markas SAR Karanganyar, Arief Sukro Yulianto, pihaknya hanya memberikan tindakan persuasif dan belum membawa pelaku ke ranah pidana.

"Kami masih edukasi pelaku agar tidak mengulangi kejadian serupa," katanya pada Selasa (13/7/2021).

Pelaku sendiri masih berusia 19 tahun.

"Dia baru lulus SMA," imbuhnya.

"Pelaku harus menandatangani surat bermaterai dan mengakui kesalahannya di Polsek," ujarnya.

Selain membawa ke Kantor Polsek Kerjo, pelaku juga diajak untuk ikut serta dalam kegiatan kerelawanan.

"Supaya dia tahu kegiatan kami secara langsung, tidak hanya sekedar komentar di Facebook saja," terangnya.

Baca juga: Viral Video Ayah Pukuli Balita hingga Menjerit Kesakitan, Emosi Gara-gara Kalah Main Game Online

Cerita Relawan di Sragen

Di tengah balutan APD yang pengap dan membuat badan mudah berkeringat, relawan pemulasaran jenazah di Sragen ternyata masih minim perhatian.

Pasalnya pekerjaan mereka kini semakin meningkat seiring dengan naiknya angka kematian Covid-19.

Bahkan, baru-baru ini dikabarkan bahwa untuk memakamkan jenazah haruslah mengantre, demi menaati protokolkesehatan.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menemui perwakilan relawan pemulasaraan jenazah di Pendapa Bupati, Sabtu (10/7/2021).

Dalam forum tersebut, Bupati menyebutkan jika ada anggaran untuk proses pemakaman dari pemerintah, yang juga diberikan kepada relawan yang bertugas.

"Tapi, ada sebagian dari relawan mengatakan tidak ingin mengambil itu, karena kami ini relawan," ujar Yuni, kepada TribunSolo.com, Sabtu (10/7/2021).

Baca juga: Pedagang Kopi Langgar PPKM Pilih Dipenjara daripada Bayar Rp 5 Juta, Jaksa: Coba Pikir-pikir Dulu Ya

Baca juga: PPKM Mikro Jungkirbalikkan Omset Pedagang di Kota Jayapura Papua

Atas sikap relawan tersebut, Bupati Yuni mengucapkan terimakasihnya.

"Walaupun negara sudah menyiapkan, itu sudah menjadi hal sebenarnya untuk diambil, kami sungguh sangat berterimakasih," kata Yuni.

Meski begitu, sebagai gantinya, Pemkab Sragen akan mempergunakan insentif tersebut, untuk dibelikan keperluan pemulasaraan jenazah.

"Selama ini, mereka juga mengalami kesulitan dalam hal alat, ada keluhan, mereka meminjam cangkul dari warga, tidak diperbolehkan," jelasnya.

"Sebagai gantinya, kami mempersilahkan relawan untuk mengajukan proposal, apasih yang dibutuhkan, seperti alat kerja, cangkul, sepatu, kalau APD pasti kita sediakan," tambahnya.

Selain itu, banyak dari relawan yang belum menerima vaksin Covid-19.

"Kita suruh Senin kumpulkan data, Selasa langsung kita vaksin," singkatnya.

Dengan sikap bijak para relawan, dapat menjadi edukasi bagi masyarakat, jika relawan yang bertugas tidak serta merta mencari keuntungan pribadi.

"Ini juga termasuk edukasi kepada masyarakat, bahwa relawan ini bukan berarti untung, masyarakat harus tetap bijak, mari kita sama-sama gotong royong," katanya.

(*)

Sumber: Tribun Solo
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved