Breaking News:

PPKM

Sopir Angkot Curhat, Sehari Hanya Dapat Rp 20 Ribu Selama PPKM

Seorang sopir angkot di Jayapura mengaku, dirinya hanya mendapatkan 100 ribu perhari, dipotong uang setorn mobil, sisanya dibawa buat anak dan istri

Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
PEMALANGAN - Sejumlah sopir angkot memarkir mobil angkutannya di sepanjang ruas Jalan Raya Abepura Sentani, tepatnya di depan Terminal Expo Waena Tipe B, Senin (26/7/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Salah satu supir angkot trayek Abepura - Waena di Kota Jayapura Andri Gorinus Sae (25 mengeluhan pendapatanya selama PPKM.

"Kita ini masyarakat kecil yang paling kena akibatnya, jadi kalau boleh kita perketat prokes saja," ucapnya, ketika diwawancarai , Selasa (10/9/2021) siang.

Baca juga: Genap Sebulan, Kasus Pembunuhan Janda Cantik di Jayapura Masih Misteri

Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi terkait PPKM yang sangat berdampk bagi masyarakat kecil, termasuk dirinya sendiri.

Baca juga: Pemda Puncak Salurkan Dana Kampung Rp 87 Miliar Bagi 206 Kampung

"Kalau keluar bawa mobil dari pukul 06.00 WIT hingga pukul 07.00 WIT, itu rata-rata hanya dapat Rp. 100.000, setor per hari ke bos Rp. 80.000," jelasnya.

Untuk mengakali keterbatasan yang ada, dirinya harus mampu mencari penumpang carteran, untuk dapat meningkatkan pendapatannya per hari. 

Baca juga: Tak Butuh Waktu Lama, Kejaksaan Limpahkan Kasus Dalang  Kerusuhan Papua ke Pengadilan

Pria yang sudah menjadi sopir angkot selama 5 tahun di Jayapura itu, mengaku selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan, khususnya mengenakan masker setiap harinya. 

Dirinya menilai, jika penerapan protokol kesehatan diperketat, dilakukan pengawasan  dengan baik, maka masyarakat akan patuh. 

Baca juga: HUT Kemerdekaan di Basis Kelompok Kriminal Bersenjata

"Bagi saya, yang orang kecil, perketat saja protokol kesehatan, karna PPKM ini menyengsarakan masyarakat, kita harus bisa  berdamai dengan Covid-19," ucapnya. 

Ditanya soal harapannya kepada para pengambil kebijakan, Andri berharap agar kalaupun PPKM diperpanjang seperti saat ini yang sudah diputuskan, maka sebisa mungkin pemerintah mencari solusi terbaik. 

Baca juga: Kisah Hidup dan Mati, AKBP Untung Sangaji Melawan Covid-19 Varian Delta Selama 18 Hari

Hal itu menurutnya, agar pemerintah dapat memperhatikan sisi kesehatan, tanpa mengabaikan kesejahteraan masyarakat ekonomi bawah.(*) 

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved