Feature
Darah Atlet Turun Dari Ayah Hingga Raih Puluhan Medali
Darah atletnya mengalir dari sang ayah sejak masih duduk dibangku Sekolah Dasar Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Maickel Karundeng
Kos dan makan di warung
Meski sudah mebjuarai pertandingan di Samarinda, tetapi latihan itu penting demi mempertahankan kepiawaian renang yang digeluti.
Sebelum mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Pekanbaru, Riau pada 2011, dia bersama pelatihnya, Daniel mengikuti pra TC.
Pra pemusatan latihan difokuskan di Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Kala itu, Musa dan Daniel tinggal di kos-kosan.
Baca juga: Lukas Enembe Dinilai Keliru Ganti Dirut RSUD Jayapura dan Kadis Pendidikan Papua
Setiap pagi harus bangun pada pukul 05.00 WIB untuk mengikuti pra latihan hingga pukul 07.00 WIT bersama siswa normal disitu.
Latihan sore hari pada pukul 15.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Musa harus mendorong sang pelatih dengan kursi roda sejauh satu kilo dari indekos ke tempat latihan, pagi dan sore.
Daniel, pelatih didorong dengan kursi roda karena kehilangan dua kakinya. Ketika sampai di kolam renang tempat latihan, kursi roda harus ditinggal dibawah.
Lantaran kolam renang diketinggian, Musa harus menggendong sang pelatih naik ke tangga ke kolam renang, setelah berlatih, digendong kembali turun tangga ke kursi roda.
Sungguh piluh, butuh perjuangan dan kesabaran. Makan-minum selama pra pelatihan seadanya.
Baca juga: Ada Bocoran Jadwal Liga 1 2021, Persipura Jayapura Kontra Persita Tangerang 27 Agustus Besok
Saban hari Musa dan Daniel harus mengganjal perut dengan membeli makanan di warung setelah latihan siang hari dan malam hari.
Tak ada topangan dana dari Pemerintah Provinsi Papua, kedua orangtua Musa yang mendukung selama di Pekalongan.
Prestasi
Berkat tangan dingin Daniel serta dukungan orangtua, Musa mengikuti sejumlah pertandingan, keluar sebagai juara, membawa pulang medali emas, perak dan perunggu.
Pada 2008 lelaki enam bersaudara itu mengikuti Peparnas di Provinsi Kalimantan Timur dan meraih satu medali perak, dua perunggu.
Tak hanya itu, Musa kembali membawa pulang dua medali emas dan satu perak setelah mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Solo, Surakarta, Jawa Tengah, pada 2010.
Tiga medali emas kembali dalam genggaman tangan Musa Mandan Karubaba setelah bertanding di ajang Popnas Pekanbaru, Riau sejak 2011.
Ditahun yang sama, Musa mengikuti Pesta Olahraga Difabel Asia Tenggara (ASEAN Para Games) di Solo, Jawa Tengah, lagi-lagi lelaki bungsu dari enam bersaudara itu meraih lima medali emas.
Baca juga: Vaksinasi NasDem di Sorong Diancam Dibubarkan Satpol PP, Gubernur Papua Barat Berang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/musa-mandan-karubaba.jpg)