Feature
Darah Atlet Turun Dari Ayah Hingga Raih Puluhan Medali
Darah atletnya mengalir dari sang ayah sejak masih duduk dibangku Sekolah Dasar Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Maickel Karundeng
Lalu, pada 2012 lelaki murah senyum ini kembali mengikuti Peparnas di Pekanbaru, Riau dan berhasil membawa tiga medali emas.
Kemahiran renangnya membawa pria asal Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen itu empat kali berangkat ke luar negeri mewakili Indonesia bertarung melawan perenang dari berbagai negara.
Pada 2013 lelaki tiga anak itu, bertanding di Pesta Olahraga Remaja Asia (Asian Youth Games) di Bukit Jalil Malaysia, dan berhasil meraih satu medali emas dan dua perunggu.
Baca juga: Gubernur Papua Dinilai Tak Rasional Ganti Dirut RSUD Jayapura dan Dua Kepala OPD
Kemudian 2014, Musa kembali lagi ke Negeri Jiran untuk berlaga di ASEAN Para Games. Ia menang dan memborong lima medali emas.
Setelah laga itu, pada 2015 lelaki berkulit hitam manis ini berangkat ke Singapura mengikuti ASEAN Para Games, dia menang menggenggam empat medali emas dan satu perunggu.
Pada 2016, Musa bertolak ke Bandung, Jawa Barat untuk mengikuti Peparnas, ia meraih tiga medali emas.
Setelah dari Bandung, lelaki vokal itu melanjutkan perjalanan ke Madeire, Portugal guna mengikuti Paralympic Games, dan masuk peringkat delapan dunia.
Baca juga: Pertahankan Tas yang Hendak Dicuri, Firdaus Malah Dianiaya hingga Tewas di Pasar Jibama Wamena
Walau deretan prestasi gemilang ditorehkan ditiap laga, tetapi Musa terus berupaya memacu semangatnya lebih baik dari sebelumnya.
Pendidikan
Jika Musa hendak berangkat dan mengikuti latihan, maka ada surat masuk ke sekolahnya untuk meminta ijin.
Musa mengenyam pendidikan di Mamberamo Raya karena ikut kakanya yang berdomisili disitu. Sekolah memberikan ijin untuknya lantaran mewakili negara bertarung diberbagai iven bergengsi.
Baca juga: Liga 1 Belum Pasti Dimulai 27 Agustus, Berikut Penjelasan Mabes Polri
Tak hanya mengikuti pertandingan di tingkat nasional, mewakili pelajar tingkat Internasional juga diikuti.
Meski sekolah, tetapi jika ada pertandingan, maka Musa harus meninggalkan ruang kelas lalu berangkat.
"Demi kepentingan bangsa dan negara, demi merah putih saya korbankan sekolah saya untuk ikuti pertandingan," ujar lelaki berkumis itu.
Seperti pejabat sangat sibuk mengikuti latihan dan laga, tetapi menyelesaikan sekolahnya di SD YPK Kasonaweja.
"Kalau ada ujian, saya ijin datang untuk ikuti ujian baru kembali lagi ke Jawa untuk ikuti latihan dan bertanding," kata Atlet yang selalu berupaya memberikan yang terbaik ini.
Baca juga: Hapus Mural Wabah Sebenarnya adalah Kelaparan di Banjarmasin, Satpol PP Sebut Meresahkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/musa-mandan-karubaba.jpg)