Minggu, 14 Juni 2026

Feature

Darah Atlet Turun Dari Ayah Hingga Raih Puluhan Medali

Darah atletnya mengalir dari sang ayah sejak masih duduk dibangku Sekolah Dasar Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua

Tayang:
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Atlet Senior Musa Mandan Karubaba 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Darah atletnya mengalir dari sang ayah sejak masih duduk dibangku Sekolah Dasar Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya.

Namanya Musa Mandan Karubaba. Ayah tercintanya, Ofni Karubaba seorang atlet dayung di Papua.

Ofni sempat mengharumkan bumi cenderawasih dengan meraih medali emas sekitar 1980 an, dan namanya dikenal dimasa itu.

Baca juga: Kapolda Diminta Segera Usut Pelaku Teror Jurnalis Papua Victor Mambor dan Lucky Ireeuw

"Darah atlet dari bapak itu turun ke saya, sehingga saya bisa jadi atlet renang," kata lelaki berusia 25 tahun ini.

Kala itu, Musa mendaftar dan fokus mengikuti latihan sebagai atlet renang sejak masih sekolah di SD YPK Kasonaweja, Mamberamo Raya.

Masa itu, Musa baru berusia, 11 tahun. Daniel Carlos Patay, pelatih yang membimbing sekaligus melatih Musa hingga mahir sebagai seorang atlet renang handal.

Baca juga: Curiga Ada 2 Ekor Sapi Mati di Dalam Mobil, Warga di Buton Amuk Terduga Pencuri Hewan Ternak

Daniel adalah atlet difabel bertalenta, meski kedua kakinya hilang karena bom ikan, tapi seluruh atlet asuhannya hebat, mengharumkan nama Papua dan Indonesia.

"Daniel rekrut saya untuk ikut latihan-latihan, kemudian pada 2008 ikut Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) di Samarinda, Kalimantan Timur," ujarnya.

Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia adalah suatu ajang kompetisi yang menyerupai Pekan Olahraga Nasional bagi atlet penyandang disabilitas Indonesia.

Meski masih duduk dibangku sekolah dasar, Musa harus meninggalkan pendidikan dasar demi mengikuti pertandingan.

Baca juga: Air Rebusan Cengkeh Bisa Redakan Asam Urat yang Sering Kumat, Ini Tipsnya

Dulu, pertandingannya berbeda dengan saat ini, sulit mendapat atlet, satu atlet bisa mengikuti beberapa cabang olahraga, tak ada penginapan istimewa seperti saat ini.

Sebelum berangkat ke Samarinda, lautan didepan Argapura Pantai, Distrik Jayapura Selatan persis didepan rumahnya yang menjadi arena latihan pertama.

Kebetulan, Musa dan Carlos tinggal didaerah itu. Latihan disitu selama dua bulan lalu bertolak ke Samarinda.

Tak hanya itu, pemusatan latihan (TC) dulu dan sekarang berbeda. Kini mengikuti TC harus matang.

Baca juga: Aniayan Siswa SD, Oknum TNI Diproses Hukum

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved