Breaking News:

Bu Lurah di Siantar Mengaku Dianiaya Oknum TNI hingga Berdarah-darah, Korban Tolak Damai

Lurah Asuhan di Kota Siantar, Walmaria Zalukhu mengaku menjadi korban penganiayaan oknum TNI AD Serda JS terkait prokes di Kota Pematang Siantar.

Editor: mohamad yoenus
Tribun-Papua.com/Tribunnews.com
Kapenrem 022/PT Mayor Sondang Tanjung (Kiri), Lurah Asuhan Walmaria Zalukhu (Tengah) dan Kepala Inspektorat Junaedi Sitanggang, Senin (23/8/2021)  

TRIBUN-PAPUA.COM - Lurah Asuhan di Kota Siantar, Walmaria Zalukhu mengaku menjadi korban penganiayaan oknum TNI AD Serda JS terkait penerapan protokol kesehatan di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Lurah Asuhan pun menolak berdamai dengan oknum TNI AD Serda JS

Terkait kasus yang terjadi pada Minggu (22/8/2021) malam silam itu, Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Edi Sukamto mengatakan, ia berupaya memanggil Walmaria Zalukhu karena sempat menyebut ihwal konflik karena penerapan protokol kesehatan di kelurahannya.

Baca juga: Pria Pengangguran Rudapaksa Pelajar 15 Tahun, Korban Hamil 7 Bulan

Baca juga: Ditetapkan Jadi Tersangka, 2 Debt Collector Pinjol Bertugas Mengancam hingga Memaki Nasabah

"Kita coba untuk tahapan mediasi. Kita panggil yang bersangkutan untuk klarifikasi, kemudian kita coba mediasi apakah bisa diterapkan restoratif justice atau tidak. Kemudian bila tak tercapai restoratif justice, kita akan periksa kembali berkas," kata Edi, Jumat (22/10/2021).

Edi mengatakan, kepolisian tidak bisa semena-mena dalam penyelidikan kasus ini, mengingat Walmaria sempat menyebarkan informasi di Facebook bahwa ia dipukuli oleh oknum prajurit TNI AD karena menjalankan protokol kesehatan.

Ia menjelaskan, bila tak terjadi restoratif justice, mereka akan meminta ahli bahasa untuk meneliti informasi yang disampaikan Walmaria apakah berbau pelanggaran ITE atau tidak.

"Karena memang menerapkan UU ITE ini juga tidak bisa sewenang-wenang. Kita butuh pakar bahasa untuk meneliti isi pesan yang disampaikan," katanya.

Baca juga: Miris, Atlet PON Sumbar Andalkan Rp75 ribu dan Tunggu 20 Jam di Bandara Soekarno-Hatta

Baca juga: Staf Khusus Wantannas Gadungan Tipu Warga, Bayar Rp 1 Miliar untuk Lolos Seleksi Taruna Akpol

Dilaporkan Pelanggaran UU ITE

Walmaria Zalukhu kini dilaporkan ke Polres Siantar terkait Undang Undang ITE dengan Laporan Polisi : LP/B/537/IX/2021/SPKT/Polres Pematangsiantar/Polda, Sumut tanggal 1 September 2021.

Binaris Situmorang, kuasa hukum pelapor mengatakan telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Laporan (SP2HPL) dari penyidik Satreskrim Polres Siantar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved