Breaking News:

Budaya Papua

Menjaga Gerabah Kampung Abar

Kampung Abar sendiri hingga kini masih masih menjadi perkampungan di tepi Danau Sentani, Kabupaten Jayapura yang mempertahankan kerajinan gerabah.

Penulis: Musa Abubar | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Musa Abubar
Hasil gerabah buah tangan Barbalina Ebalkoi. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sekelompok remaja terlihat sibuk mengatur tumpukan tanah liat pada sebuah lapang ukuran 5x6 meter.

Tangan mereka terlihat cekatan memainkan adonan tanah liat pada peralatan pembuatan gerabah. Sesekali mereka bersenda gurau sambil menyanyi lagu daerah Papua.

Mereka adalah siswa menengah atas yang belajar membuat kerajian garabah di Kampung Abar, Santani, Jayapura, Papua.

Baca juga: Hana Hikoyabi: Sebagian ADK Harus Digunakan Untuk Pengembangan Gerabah

Saban akhir pekan kelompok remaja ini rutin menekuni aktivitas membuat garabah.

Kampung Abar sendiri hingga kini masih masih menjadi perkampungan di tepi Danau Sentani, Kabupaten Jayapura yang mempertahankan kerajinan gerabah.

Orang dewasa hingga anak-anak muda di kampung itu sangat mahir membuat gerabah berbahan tanah liat dengan berbagai bentuk.

Untuk mencapai kampung ini hanya bisa dengan mengunakan transportasi air.

Yemima Ebalkoi salah satu warga Abar menununjukkan cara mengambil tanah liat untuk dijadikan gerabah.
Yemima Ebalkoi salah satu warga Abar menununjukkan cara mengambil tanah liat untuk dijadikan gerabah. (Tribun-Papua.com/Musa Abubar)

Satu-satunya transportasi ke kampung ini adalah menggunakan speed boat dari Pantai Yahim, Sentani dengan jarak tempuh sekitar 25 menit perjalanan mengarungi danau Sentani. 

Biaya pulang pergi satu orang penumpang Rp 20 ribu Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, masuk salah satu kampung di wilayah Sentani Tengah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved