Breaking News:

Konflik Pilkada Yalimo

Layanan Pemerintahan di Yalimo Lumpuh Akibat Konflik Pilkada, Sekda: Seluruh OPD Harus ke Kantor

Aktivitas pemerintahan di Kabupaten Yalimo, Papua, lumpuh akibat kerusuhan yang dipicu konflik politik berkepanjangan di daerah tersebut.

(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Massa pendukung Erdi Dabi-Jhon Wilil tengah mendengar pernyataan Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, yang datang ke Distrik Elelim, Yalimo, Papua, Senin (5/7/2021) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Sejak 29 Juni 2021, aktivitas pemerintahan di Kabupaten Yalimo, Papua, lumpuh akibat kerusuhan yang dipicu konflik politik berkepanjangan di daerah tersebut.

Sejumlah kantor pemerintahan, Kantor Bank Papua, gedung KPU, hingga Bawaslu, saat itu hangus dibakar.

Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Yalimo, Isak Yando menegaskan, aktivitas pemerintahan harus kembali berjalan karena masyarakat butuh pelayanan.

"2022 seluruh OPD sudah harus berkantor di Elelim (Ibukota Yalimo), di Kantor Bupati masih banyak ruangan yang bisa digunakan," ujarnya di Jayapura, Rabu (29/12/2021).

Baca juga: Kecewa Putusan MK, Pendukung Erdi Dabi Tolak PSU Kedua Kalinya di Yalimo Papua

Terpaksa berkantor di Wamena

Ia menjelaskan, pascakerusuhan, banyak OPD tetap bekerja. Hanya saja sebagian besar mereka terpaksa berkantor di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Selain itu, ia juga berharap agar pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Yalimo untuk yang kedua kalinya, bisa berjalan baik sehingga situasi politik kembali normal.

Pelaksanaan PSU Pilkada Yalimo rencananya akan dilaksanakan pada 26 Januari 2022.

Menurut Isak, masyarakat menjadi korban dari konflik politik berkepanjangan yang terjadi di Yalimo.

Sehingga dia berharap pelaksanaan PSU bisa berjalan lancar dan konflik pun disudahi.

Baca juga: Usai Remehkan Timnas Indonesia, Kini Pakar Sepak Bola Asal Eropa Ungkap Masalah Vietnam

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved